Presiden Prabowo Ajak Rakyat Indonesia Sambut Tahun Baru 2025 dengan Penuh Optimisme

Presiden Prabowo Ajak Rakyat Indonesia Sambut Tahun Baru 2025 dengan Penuh Optimisme
NIKMATI MALAM PERGANTIAN TAHUN : Wisatawan menikmati pemandangan kota yang dihiasi kembang api pada malam tahun baru 2016 di puncak Tebing Pabeasan, Kampung Pamucatan, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (1/1/2016). Bentangan Karst Citatah bisa menjadi alternatif liburan wisatawan walaupun pertambangan masih marak dikawasan tersebut tetapi beberapa titik sering digunakan sebagai wahana olah raga ekstrim seperti Gunung Hawu, Tebing 125 dan Karang Panganten. Selain itu pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun geotheater di Karst Citatah. Fajri Achmad NF / Bandung Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyambut Tahun Baru 2025 dengan perasaan gembira dan penuh optimisme, serta keyakinan bahwa Indonesia akan bangkit dan terus maju.

“Untuk seluruh saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, selamat menyambut tahun baru. Mari kita hadapi tahun baru dengan kegembiraan, optimisme, dan keyakinan bahwa Indonesia akan bangkit,” ujar Presiden Prabowo usai mengikuti rapat Penutupan Kas APBN Tahun 2024 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa dikutip dari Antaranews.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan bahwa meskipun malam pergantian tahun, pemerintah tetap bekerja hingga tengah malam. Sebagian besar pejabat pemerintah tetap berada di kantor hingga pukul 00.00 WIB.

Baca Juga:1.280 Kasus Korupsi, Polri Selesaikan 431 Kasus Sepanjang 2024Buat Kejutan Malam Pergantian Tahun, Okky Ayudhia Lukman Borong Es Teh di Bundaran HI 

Selain itu, Presiden Prabowo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah yang dikonsumsi oleh kalangan masyarakat mampu. Sedangkan untuk barang dan jasa lainnya, tarif PPN tetap 11 persen, yang telah berlaku sejak 2022.

“Artinya, untuk barang dan jasa selain yang tergolong barang mewah, tidak ada kenaikan PPN. Tarifnya tetap seperti yang berlaku sekarang, yaitu 11 persen,” kata Prabowo.

Presiden juga menjelaskan bahwa PPN 12 persen hanya dikenakan pada barang yang termasuk dalam kategori Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat kelas atas, seperti jet pribadi, kapal pesiar, yacht, dan rumah mewah yang harganya berada di atas kelas menengah.

Namun, tarif PPN 0 persen tetap berlaku untuk barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat, yang selama ini telah mendapatkan pembebasan pajak, seperti beras, daging, ikan, telur, sayuran, susu segar, jasa pendidikan, jasa kesehatan, jasa angkutan umum, rumah sederhana, dan air minum.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu berpihak pada rakyat dengan menciptakan sistem perpajakan yang adil. “Pemerintah akan terus berupaya menciptakan sistem perpajakan yang adil dan pro-rakyat,” tegasnya.

0 Komentar