Teror Trotoar, Mirisnya Proyek Tahunan di Kota Bandung yang Belum Rampung

Ilustrasi: Kondisi terkini trotoar untuk pejalan kaki di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (30/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Kondisi terkini trotoar untuk pejalan kaki di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (30/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Dari pohon yang tidak dipangkas hingga parkir liar, semua menunjukkan kurangnya pengawasan. Bahkan, banyak guiding block yang rusak atau tertutup oleh pedagang kaki lima (PKL).

Menurut Dudi Nurdin, aktivis dari Cahaya Inklusi Indonesia, kondisi ini tidak hanya menyulitkan, tetapi juga membahayakan penyandang disabilitas. “Ini bukan hanya soal infrastruktur yang buruk, tetapi juga menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar penyandang disabilitas,” tuturnya.

Dudi berharap agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berupaya mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk penyandang disabilitas di setiap aspek kehidupan.

Baca Juga:Komisi I Tuntaskan Fit And Proper Tes Komisioner KPID Jabar, Masih Banyak Wajah LamaIronisnya Sopir Truk: Risiko Kerja Tinggi juga Kerap Dijadikan Aktor Pencabut Nyawa, Tapi Upah Minim dan Diabaikan Pemerintah

“Tanpa kesadaran bersama, kita tidak akan pernah mencapai kota yang benar-benar inklusif,” tandasnya.

Pemkot Bandung Akui Ada Kendala

“Terkendala pasti ada. Tapi mudah-mudahan masih bisa diatasi. Kalau trotoar progres sudah banyak itu Taman Tegallega kemudian Jalan Ahmad Yani. Memang paling maju progresnya yang di Tegallega,” ungkap Didi saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, awal November lalu.

0 Komentar