Program 3 Juta Rumah Layak Huni, Menteri PKP Lakukan Pengecekan ke Perumahan di Kabupaten Bandung

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Tengah) bersama Bey Machmudin PJ Gubernur Jawa Barat (Kiri) dan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto (kanan) mengunjungi Perumahan Buana Cicalengka Raya, Desa Hegarmanah, Kabupaten Bandung, Minggu (29/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Tengah) bersama Bey Machmudin PJ Gubernur Jawa Barat (Kiri) dan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto (kanan) mengunjungi Perumahan Buana Cicalengka Raya, Desa Hegarmanah, Kabupaten Bandung, Minggu (29/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kunjungi Perumahan Buana Cicalengka Raya 2, yang berlokasi di wilayah Kampung Nunuk, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung pada Minggu, 29 Desember 2024.

Kunjungannya tersebut, guna mengecek secara langsung kelayakan rumah subsidi, sekaligus melihat kondisi lingkungan perumahan.

“Menariknya di sini, banyak yang ibu-ibunya berusaha. Tadi buktinya beberapa tempat saya lihat ada yang usaha warung, makanan, kebutuhan sehari-hari, seblak,” katanya, Minggu (29/12).

Baca Juga:Kasus Tol Cisumdawu Masih Belum Usai, MAKI Terus Kawal Jalannya SidangGebrakan Baru untuk Dunia Pendidikan Jadi Perhatian, DPRD Jabar Harap Bukan Sekadar Omon-Omon

Bang Ara menerangkan, setelah melakukan pengecekan ke beberapa rumah di setiap titik lokasi perumahan yang berbeda, pihaknya harus segera berkoordinasi melaporkan ke Menteri Keuangan.

“Karena saya harus segera melaporkan kepada Menteri Keuangan, bagaimana kesiapannya. Ini saya masih ada tiga titik lagi di Bandung,” terangnya.

“Jadi sebagai menteri saya tidak hanya menerima laporan, saya harus turun ke bawah untuk mengecek lapangan,” ungkapnya.

Kesiapan perumahan dengan menyediakan hunian bersubsidi yang layak bagi masyarakat, perlu dipastikan apakah benar unit bangunannya tersedia atau belum berdiri.

0 Komentar