“Betul nggak ada ready stock seperti yang disampaikan. Supaya kita informasinya bisa dipertanggung jawabkan, akurat, berdasarkan data dan fakta,” tukasnya.
Diketahui, kegiatan yang dilakukan Bang Ara itu, guna memastikan terealisasikannya program 3 juta rumah layak huni.
Program 3 juta rumah layak huni menjadi salah satu upaya pemerintah, dalam memberikan hunian yang nyaman bagi masyarakat, dengan penyediaan unit bangunan bersubsidi.
Baca Juga:Kasus Tol Cisumdawu Masih Belum Usai, MAKI Terus Kawal Jalannya SidangGebrakan Baru untuk Dunia Pendidikan Jadi Perhatian, DPRD Jabar Harap Bukan Sekadar Omon-Omon
Joko menegaskan, pihaknya optimistis dapat merealisasikan program 3 juta rumah subsidi, yang layak huni untuk masyarakat sesuai target.
“Inisiasi pemerintah untuk mendorong penyelesaian backlog ini kan bagus. Insyaallah akan mendorong banyak hal,” tegasnya.
Joko menyampaikan, mengenai persoalan anggarannya, ada dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang saat ini sebesar 75 persen dan 25 persennya dari bank.
“Nah yang tadi ditanyakan 50, 50 itu adalah APBN nya 50 persen, bank nya 50 persen. Berarti itu akan menambah jumlahnya mereka yang bisa diserapnya,” tutupnya. (Bas)
