Adapun kendaraan yang melintas Tol Soroja, kata Harun, terdiri dari pelbagai daerah dari mulai Daerah Khusus Jakarta, hingga Jawa Tengah. Menurutnya peningkatan kendaraan dari daerah luar Jawa Barat itu lantaran Tol Soroja sudah terkoneksi dengan CKJT, serta Jalur Tol Jawa Tengah.
“Dari jalur Jawa tengah atau Cirebon itu lumayan cukup, walaupun tidak sebesar yang mungkin apa namanya dari peningkatan itu sumbangannya dari situ nggak terlalu besar gitu, tapi setidaknya dari apa namanya pengunjung ke tempat-tempat wisata itu ya bisa lebih mudah lah mengaksesnya gitu,” bebernya.
Arus lalu lintas di wilayah Soreang menuju lokasi wisata Bandung Selatan diprediksi akan kembali normal setelah perayaan malam tahun baru serta jadwal masuk anak sekolah.
Antisipasi kepadatan di Exit Tol Soroja
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Pelayanan Lalu Lintas Tol Soroja PT CMLJ, Yan Yan Daryana mengungkapkan, jika pihaknya sudah menyiapkan beberapa antisipasi apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas.
Menurutnya, CLMJ sudah menyiapkan para petugas yang standbye selama 24 jam dan menyediakan dua unit kendaraan patroli untuk pelayanan.
“Selain itu kita juga akan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan di Pintu Tol Soroja. Rekayasa ini dilakukan untuk dialihkan ke Exit Kutawaringin,” kata Yan Yan.
Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan tiga unit PJR, dua unit patroli, satu unit cadangan, ada mobil rescue ambulance, dan mobil derek untuk mengantisipasi hal itu.
“Selain rekayasa lalu lintas, apabila terjadi kepadatan di pintu Tol Soroja, kami juga akan membuka gardu tambahan atau transaksi tambahan, baik di Pintu Tol Soroja atau di Kutawaringin,” sambungnya.
Yan Yan juga menyebut jika kepadatan yang terjadi hanya berkisar 500 hingga 600 meter di Exit Tol Soroja. Proses penguraian pun hanya berlangsung selama kurang dari 30 menit.
“Itu sudah terurai. Kami buang lewat Exit Tol Kutawaringin, langsung ke jalur arteri Si Jalak Harupat,” ungkap dia.