Tegas! Bey Machmudin Minta Pengelola Kawasan Komersil Kelola Sampah Secara Mandiri saat Nataru

Ist. Gunungan sampah di Kawasan Komersil Pasar Caringin Bandung. Dok. Jabar Ekspres.
Ist. Gunungan sampah di Kawasan Komersil Pasar Caringin Bandung. Dok. Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), meminta kepada seluruh pengelola kawasan komersil untuk dapat mengelola sampah secara mandiri saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

Pasalnya saat momentum Nataru nanti, menurut Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin, kawasan komersil seperti restoran, kafe, mal, hotel, hingga pasar diprediksi akan dipenuhi oleh pengunjung.

Bahkan di Wilayah Kota Bandung saja, menurut catatan WALHI Jabar, dari 1.500 ton sampah yang dikirim atau dibuang ke TPA Sarimukti, 70 persen di antaranya berasal dari kawasan komersil.

Baca Juga:Target Tinggi, Bey Desak Satgas Pangan Optimalkan ProduktivitasIni Dokumen yang Disita KPK dalam Peggeledahan Kantor BI

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat (Walhi Jabar), menyoroti kebijakan pemerintah soal pengolahan sampah di kawasan komersil.

Seperti halnya di wilayah Kota Bandung, Manajer Divisi Pendidikan Walhi Jabar, Jefry Rohman menyebut dari sampah yang dihasilkan setiap harinya mencapai 1.500 ton, 70 persen di antaranya berasal dari kawasan komersil seperti restoran, kafe, mal, hotel, hingga pasar.

“Contoh seperti di Kota Bandung, Pasar Caringin, itu kan sudah jelas aturan atau kebijakan di peraturan pemerintah nomor 18 tahun 2008 terkait kewajiban kawasan komersil untuk mengolah sampah secara mandiri. Tetapi kenyataannya yang terjadi saat ini kebijakan itu tidak jalan, dan saya tidak tahu apa yang terjadi di belakangnya,” ujarnya saat dihubungi, Jabar Ekspres, Kamis (7/11) lalu. (San)

0 Komentar