JABAR EKSPRES – Saat ini banyak aplikasi yang mengklaim bisa menghasilkan uang dengan cara mudah. Salah satunya adalah aplikasi E-tik yang belakangan ini ramai diperbincangkan.
Ketika pertama kali mengakses aplikasi atau situs E-tik, Anda mungkin akan terkejut dengan tampilan yang mencatut nama TikTok. Namun, jika diperhatikan lebih teliti, alamat website-nya tidak mengandung nama TikTok sama sekali.
Hal ini cukup mencurigakan dan menjadi pertanda bahwa aplikasi ini mungkin bukanlah aplikasi resmi yang patut dipertimbangkan. Bisa dipastikan bahwa aplikasi ini adalah penipuan atau investasi bodong.
Cara kerjanya sangat sederhana, seperti yang dijelaskan dalam ilustrasi berikut:
Baca Juga:Cek Jadwal Tes PPPK 2024 Periode I dan Cara Cetak Kartu UjiannyaHuawei Pura 70 Ultra Meluncur di Indonesia, Intip Spek dan Harganya
- Aplikasi E-tik (dalam hal ini, perusahaan A) menjanjikan keuntungan besar setiap harinya untuk para investor, dengan berbagai level VIP.
- Member yang bergabung (B, C, D, dll.) akan mendapatkan pembayaran dari uang deposit yang dibayarkan oleh member baru yang mereka undang.
- Semakin banyak orang yang bergabung dan melakukan deposit, semakin besar pula uang yang diterima oleh member lama.
Namun, pada titik tertentu, aplikasi ini akan mulai kesulitan membayar, dan akhirnya aplikasi tersebut akan “hilang” begitu saja, membawa uang para member yang sudah bergabung. Inilah yang menjadi titik akhir dari aplikasi skema Ponzi.
Meski pada umumnya aplikasi Ponzi mengandalkan sistem referal atau mengundang orang lain untuk bergabung, beberapa aplikasi seperti E-tik tetap membayar meskipun Anda tidak mengundang orang.
Namun, sumber uang yang digunakan untuk membayar Anda tetap berasal dari deposit member lainnya, bukan dari keuntungan yang sah. Oleh karena itu, meskipun Anda bermain solo, Anda tetap bisa dibayar, tapi sumber uangnya tetap berasal dari anggota lain, bukan dari hasil investasi yang sehat.
