“Anggota KSPSI (Jabar) dari awal tahun 2024 sampai sekarang (Oktober) sudah ada sekitar kurang lebih 3.500 (buruh) di PHK dari sektor perusahaan-perusahaan produksi tekstil dan garmen,” ujarnya
Berdasarkan hasil temuannya, Roy Jinto menyebut PHK kepada ribuan buruh yang bekerja di bidang garmen dan tekstil ini disebabkan karena terjadinya pernurunan pemasukan terhadap perusahaan. Bahkan hal ini juga, kata dia tidak hanya terjadi di Jawa Barat, melainkan Jawa Tengah.
“Memang tahun ini (PHK buruh) agak banyak di Jateng. Ini persoalannya cuma enggak ada order mereka (perushaan) dan di Jabar juga sama karena tidak ada order,”
