Diamon juga menjelaskan bahwa kondisi perusahaan saat ini belum stabil dan sangat bergantung pada kinerja karyawan. “Kami membahas terkait pekerja yang membolos atau izin tidak masuk, bukan cuti tahunan karena itu sudah kami berikan. Adapun surat sakit saat ini juga bisa diperjualbelikan, dan kami sering melakukan klarifikasi ke dokter yang mengeluarkan surat izin, ternyata itu bukan dari mereka,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa tingkat ketidakhadiran pekerja di PT BKS berada di atas 10 persen, yang berdampak signifikan pada kinerja perusahaan. “Jika lebih dari tiga hari tidak masuk, kami melakukan mekanisme tindakan dengan memanggil yang bersangkutan untuk kami beri peringatan,” tutupnya. (CEP)
