Usaha kerasnya tidak sia-sia. Vira berhasil meraih juara kelima pada Festival Tunas Bangsa dalam kategori pupuh.
“Alhamdulillah, kejuaraan pupuh Festival Tunas Bangsa kemarin saya dapat juara kelima,” ucapnya dengan bangga.
Ke depan, Vira berharap dapat terus meningkatkan kemampuannya dan semakin berkembang di bidang seni pupuh.
Baca Juga:Soal Kemacetan Puncak, Cabup Bogor Rudy Susmanto Bakal Perlebar Jalur AlternatifPemkab Bandung Dinilai Tak Becus Tangani Korban Terdampak Gempa Bumi
“Harapan saya semoga ke depannya bisa lebih baik lagi, bisa menguasai lebih banyak pupuh, dan terus berkembang,” tutupnya.
Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Cimahi, Ahmad Sidik, menjelaskan sekolahnya memiliki dua program unggulan, yaitu seni kontemporer yang menggabungkan musik modern dan tradisional, serta olahraga sepak bola.
Ahmad menegaskan bahwa seni tradisional, termasuk pupuh, sangat penting untuk dilestarikan di tengah arus modernisasi.
“Hal-hal yang berbau tradisional itu tujuan kita ya ngamumule (melestarikan) agar tidak hilang. Biasanya dalam event tertentu, seperti upacara, kami selalu memperkenalkan seni tradisional,” jelasnya.
Ahmad juga menyadari bahwa teknologi, khususnya gawai, tak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ia menekankan pentingnya menggunakan teknologi secara bijak.
“Dengan kemajuan teknologi yang tidak bisa terbendung, kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita diperbudak oleh gawai, tapi gawai yang harus kita gunakan sebagai alat,” katanya.
Meski begitu, Ahmad bangga dengan prestasi anak-anak didiknya, terutama dalam bidang pupuh.
Baca Juga:Banjir Dukungan di Ciamis, Ahmad Syaikhu Tekankan Pentingnya Kebersamaan untuk Kemajuan Jawa BaratBarraja Siap Menangkan Rudy-Jaro Ade di Pilbup Bogor, Ini Harapannya!
“Di tengah modernisasi, masih ada anak yang menyanyikan pupuh, dan itu sangat unik. Kami tidak memaksakan, tapi sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Selama dua tahun terakhir, sekolah tersebut telah berhasil meraih 80 prestasi di berbagai bidang.
“Banyak sekali prestasi, sampai piala-piala tidak tertampung lagi. Ini hanya simbolis saja,” tutup Ahmad. (Mong)
