Prevalensi Angka Kasus Stunting di Kota Bandung Belum Capai Target

Foto ilustrasi Stunting di Kota Bandung (Sadam Husen / JE)
Foto ilustrasi Stunting di Kota Bandung (Sadam Husen / JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus stunting masih jadi permasalahan yang terus diupayakan penyelesaian oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Menargetkan prevalensi stunting tahun 2024 di angka 14 persen, nyatanya nilai tersebut sampai saat ini belum tercapai.

Dilansir dari data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, kasus gangguan pertumbuhan pada anak (stunting) di Kota Kembang saat ini baru mencapai 16,3 persen atau masih terdapat sekitar 6.142 balita.

“Asupan gizi yang baik itu penting untuk tumbuh kembang sang anak. Secara garis besar, sampai saat ini banyak orang tua yang masih kurang aware dalam memperhatikan gizi sang anak, sehingga terjadi malnutrisi,” katanya kepada Jabar Ekspres, Senin (30/9).

Baca Juga:KPU Cimahi Tetapkan DPT Pilkada 2024 dengan Total 419.974 Pemilih TerdaftarPekerja Migran Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Suriah

Selain itu, dirinya meminta agar para orangtua bisa memperhatikan pola asuh bagi sang anak. Diakuinya, pola asuh yang salah banyak dilakukan baik masyarakat menengah ke bawah maupun ke atas.

0 Komentar