Dedi memaparkan, melihat kondisi tersebut, pihaknya pada hari keempat pasca peristiwa gempa bumi, menilai penyaluran yang dilakukan sebatas seremonial, terhadap korban yang terdampak di pinggiran jalan saja.
“Sedangkan korban yang agak jauh dari jalan melalui gang dan blok, masyarakat sekitar kawasan hutan tidak terdistribusi oleh bantuan secara merata,” paparnya.
Dedi menyampaikan, berutung masih banyak relawan dan komunitas yang peka terhadap situasi, sehingga para korban terdampak yang belum tersentuh bantuan dapat diberikan perhatian secara swadaya.
Baca Juga:HJKB ke-214 Sebagai Refleksi, Begini Penjelasan Pj Walikota BandungABSM Kabupaten Sumedang Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tolak Program Pensiun dan Tuntut Keadilan Upah
“Mereka (relawan dan komunitas pedulu sosial-kemanusiaan) melakukan tugas yang seharusnya menjadi tugas negara, dalam melayani penyintas di saat tanggap darurat,” imbuhnya.
“Tolong semua pihak yang akan membantu korban bencana, untuk memastikan agar bantuan yang dibawanya, bisa diterima dan sampai secara utuh kepada para korban,” pungkas Dedi. (Bas)
