Pada awal kemunculannya, aplikasi-aplikasi penipuan seperti ini memang terlihat membayar para anggotanya. Namun, ini adalah salah satu ciri skema Ponzi, di mana keuntungan yang diberikan kepada anggota lama berasal dari setoran anggota baru. Ketika jumlah anggota baru menurun, skema ini mulai menunjukkan tanda-tanda kehancuran.
Salah satu ciri aplikasi yang akan segera scam adalah ketika mereka mulai mengadakan promosi besar-besaran atau event khusus. Ini biasanya dilakukan untuk menarik lebih banyak dana dari anggota sebelum akhirnya kabur.
Tawaran keuntungan yang tidak masuk akal juga menjadi salah satu indikasi kuat adanya penipuan. Sebagai contoh, ada klaim bahwa modal sebesar Rp339.000 dalam 120 hari akan berubah menjadi Rp1,93 juta. Bahkan ada yang mengklaim bahwa investasi Rp1 miliar bisa berlipat ganda menjadi Rp2 miliar dalam satu tahun. Tawaran seperti ini jelas tidak masuk akal dan sangat berisiko.
Baca Juga:Cara Cek Bansos Menggunakan Nomor KTP Secara Online Lewat HPKode Redeem FC Mobile September 2024, Cara Mudah Klaim Hadiah Gratis
Selalu pastikan untuk mengecek izin resmi dari OJK atau Bappebti sebelum Anda menginvestasikan uang di aplikasi atau platform apapun. Tetap waspada dan bijak dalam berinvestasi!
