Salah satu aktor, Moch Wail, memainkan perannya dengan bantuan cahaya dari ponsel penonton. Pertunjukan ini menekankan interaksi aktif antara penonton dan pemeran, sejalan dengan konsep Post-Teater yang dikembangkan Eka sebagai bagian dari tesisnya.
“Post-Teater melibatkan kru dan penonton sebagai co-creator sekaligus performer, terinspirasi dari konsep Audience as Performer yang diperkenalkan oleh Caroline Heim. Semua yang hadir, baik kru maupun penonton, terlibat aktif mulai dari pra-pertunjukan hingga pasca-pertunjukan,” ungkap Eka.
