IPRC Sebut Putusan MK Ubah Konstelasi Politik di Jabar

ORASI: Direktur IPRC Indra Purnama memberikan penjelasan mengenai konstelasi politik di Jabar pasca putusan MK saat diskusi publik di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (26/8).
ORASI: Direktur IPRC Indra Purnama memberikan penjelasan mengenai konstelasi politik di Jabar pasca putusan MK saat diskusi publik di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (26/8).
0 Komentar

“Sosio-kultur pun Priangan Timur kuat keagamaan dan Pantura ke nasionalis, sedangkan megapolitan (Bekasi-Depok) relatif berbeda dengan daerah lain,” ungkapnya.

Di tempat sama, politisi PKS Indra Kusuma tak menyangkal jika putusan MK terkait pilkada bisa mengubah peta perpolitikan di Jawa Barat. Dia pun menegaskan PKS menghormati putusan MK tersebut.

“Kondisi Jabar terkini, KIM kan lebih ke politik saat pilpres yang secara internal ada dinamikanya. Tapi, untuk Pilgub Jabar 2024 itu pertarungan antara pemimpin otentik dengan pemimpin kosmetik,” imbuhnya.

Baca Juga:PDI Perjuangan Jabar Minta Polisi Usut Tuntas Aksi Pelemparan Batu ke MahasiswaPermudah Layanan, RS Hermina Pasteur Resmikan Gedung Baru

Sementara itu, politisi PSI, Akbar Wibowo meyakini putusan MK merupakan yang terbaik untuk demokrasi di Tanah Air. Sebab, demokrasi adalah hal-hal utama untuk terwujudnya Indonesia maju.

“Semakin banyak pilihan maka semakin baik. Kami kan partai yang mengusung anak-anak muda tentunya kami berharap threshold yang semakin rendah bisa memajukan anak-anak muda di seluruh daerah. Maka diturunkannya syarat pencalonan dan ambang batas menjadi angin segar di Indonesia. Jadi, kami sangat mendukung,” ucapnya. (bbs)

0 Komentar