JABAR EKSPRES – Kasus kekerasan terhadap Perempuan di Jawa Barat (Jabar) sampai saat ini masih menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.
Pasalnya berdasarkan data yang diberikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, kasus kekerasan baik kepada anak maupun perempuan telah tercatat sebanyak 418 kasus sejak awal Januari – Juni 2024 kemarin.
Jika merujuk kepada laporan sebelumnya, Anjar menyebut bahwa kasus kekerasan ini setiap tahunnya terus mengalami peningkatkan. Tercatat sejak tahun 2022 lalu, ia mengatakan bahwa pihaknya berhasil mendapatkan laporan atau aduan mencapai sebanyak 602 kasus.
Baca Juga:STIS Berikan Bantuan Fasilitas Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus di BogorTerungkap Fakta Baru Hingga Motif Armor Toreador KDRT Selebgram Intan Nabila
“Karena memang kalau melihat berdasarkan tempat kejadian lokasi, itu paling banyak terjadi di lingkungan rumah tangga. Jadi memang KDRT itu cukup banyak juga,” ungkapnya
Maka dari itu, agar kasus kekerasan ini dikemudian hari tidak terus mengalami peningkatkan, Anjar menuturkan bahwa DP3AKB Jabar khususnya melalui Unit PPA akan terus melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat agar lebih peduli lagi terhadap kondisi di lingkungan sekitarnya.
