Mengenal Tragedi Karbala, Meninggalnya Cucu Nabi Husein bin Ali Radhiyallahu Anhuma Pada Hari ‘Asyura

ILUSTRASI Tragedi Karbala yang terjadi pada hari Asyura. (mahad Aly)
ILUSTRASI Tragedi Karbala yang terjadi pada hari Asyura. (mahad Aly)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hari ini 10 Muharram, terjadi peristiwa besar terbunuhnya cucu Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam bernama Sayyiduna Al-Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma, atau yang sering pula disebut peringatan hari Asyura.

Banyak versi yang menceritakan kisah bagaimana terbunuhnya Sayyiduna Al-Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma, namun sebagian besar ceritanya hampir sama, yakni bermuara pada perebutan kekuasaan.

Dilansir dari tulisan Al-Ustadz  Fadlan Fahamsyah, berikut kronologi terbunuhnya cucu Nabi Sayyiduna Al-Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma pada Hari Asyura di Karbala.

Baca Juga:Aplikasi Penghasil Uang Terbaru ONESUN APP, Bagi-bagi GiveAway Tiap Hari, Benarkah Bakal Jangka Panjang?Dapat Rating 17 Tahun Keatas, Ini Jadwal Tayang Drama Red Swan Episode 5

1. Sayyiduna Al-Husain Radhiyallahu ‘anhu menolak pembai’atan terhadap Yazid pada tahun 60 H, posisi sayyiduna al-Husain di kota Madinah

2. Sayyiduna Al-Husain keluar menuju kota Makkah di Malam hari untuk menghindari pembaiatan.

3. Ketika orang-orang Kufah (Iraq) mendengar bahwa al-Husain menolak baiat kepada Yazid, maka mereka mengirimi surat kepada sayyiduna al-Husain hingga sebanyak 500an surat, semuanya berisi ajakan atau seruan agar beliau mau berhijrah ke Kufah dan mereka akan bersumpah setia mendukung al-Husain.

4. Al-Husain mengutus sepupunya Muslim bin Aqil ke kufah, untuk mengecek kebenaran hal itu.

5. Setelah tiba di Kufah, dan mengetahui hakekat berita tsb, Muslim bin Aqil berkirim surat ke al-Hasain untuk mengabarkan kebenaran berita sumpah setia ahli Kufah ke Al-Husain.

6. Yazid memecat Sahabat nabi sayyiduna An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu sebagai gubernur Kufah, karena dianggap melakukan pembiaran terhadap gerakannya Muslim bin Aqil yang pro sayyiduna al-Husain. Lalu diangkatlah gubernur baru namanya ubaidullah bin ziyad (di zaman perang siffin ubaidullah bin ziyad adalah pendukung sayyiduna Ali radhiyallahu anhu).

7. Al-Husain keluar ke kota Kufah beserta keluarga besarnya pada tanggal 8 dzulhijjah, dengan harapan bertemu dg para pendukung setianya.

Baca Juga:Lirik Lagu ENHYPEN – Hundred Broken Hearts, Gambaran Patah Hati yang Romantis10 Contoh Surat Cinta Untuk Kakel OSIS Panitia MPLS,  Singkat Tapi Bermakna

8. Muslim bin Aqil beserta 4000 pasukan (pendukung al-husain) mengepung istana gubernur ubaidullah bin Ziyad. Pada waktu itu gubernur bersama para sesepuh kufah, Ubaidullah bin Ziyad meminta para sesepuh kufah untuk membuat cara agar pengikut al-husain mau meninggalkan Muslim bin Aqil.

0 Komentar