JABAR EKSPRES – Pengenalan diri para bakal calon bupati (Bacabup) melalui spanduk atau baliho di Pilkada Serentak 2024 membawa berkah bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Betapa tidak, setiap pemasangan alat peraga kampanye (APK) berupa spanduk untuk salah satu Bacabup Bandung Barat, masyarakat menerima upah Rp30.000 dari para kandidat tersebut.
Seorang pria bernama Endang (35), menerima upah Rp300.000 untuk 10 baliho berukuran besar. Baliho itu dipasang secara random di titik-titik yang kerap dilalui oleh masyarakat.
Baca Juga:Garap Pembentukan Raperda PPKLP DPRD Serap Aspirasi MasyarakatJelang Idul Adha, Sejumlah Peternakan Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban
“Rp30.000 per spanduk. Beda-beda, ada yang nyuruh 10 baliho, ada juga yang 15 baliho,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres, Jumat (14/6/2024).
Kendati demikian, uang ratusan ribu itu tak sepenuhnya untuk Endang. Pasalnya, ia mengajak dua orang temannya ketika APK tersebut dipasang di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
“Misalkan Rp300.000, itu kami bagi tiga. Jadi nggak semua untuk pribadi saya, jadi bersihnya saya dapat Rp100.000,” katanya.
Menjelang Pilkada Serentak 2024, Endang mengaku, hanya baru menerima dua permintaan dari 2 Bacabup Bandung Barat. Dari kedua kandidat tersebut, ia udah memasang 25 spanduk di berbagai titik.
“Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan Cikalongwetan yang sudah dipasangi. Paling ramai itu saat Pemilu 2024 kemarin, bisa mencapai 50 spanduk,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam proses pemasangan, ia hanya dibekali seutas tali dan spanduk. Sementara untuk kayu sebagai media tempel baliho sudah disiapkan dari para kandidat Bacabup.
“Dipasangnya malam-malam, karena kalau siang kan ramai. Untuk bahan kayu sudah disiapkan dari mereka,” katanya.
Baca Juga:Mantan Ketua PP GP Ansor Doakan Fuad Menang di Pilkada Kabupaten BogorTalaga Citalaga Pasir, Ruang Publik Mata Air yang Asri
Lebih lanjut, Endang mengaku, sangat bersyukur bisa mendapatkan rezeki tambahan selama Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024. Sebab, kerjaan seperti ini hanya ada setiap lima tahun sekali.
“Alhamdulillah, buat nambah uang dapur. Intinya banyak bersyukur,” tandasnya. (Wit)
