JABAR EKSPRES – Heboh sebuah video yang sedang ramai di media sosial, tentang empat orang remaja yang sedang makan disebuah restoran siap saji, membuat candaan yang bernada hina anak-anak Palestina.
Candaan mereka yang menghina anak Palestina tersebut direkam dan diunggah di salah satu akun media sosial. Unggahan tersebut langsung membuat kegaduhan dimasyarakat.
Banyak yang menyayangkan bahkan mengecam sikap para remaja tersebut, mengingat aksi mereka yang makan di restoran yang diketahui pro Israel tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Juga:Aplikasi Penghasil Uang SKY Positif SCAM, Ribuan Anggotanya Jadi Korban PenipuanBegini Nasib Bayi dan Balita Polwan yang Bakar Suami di Mojokerto
Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara yang mendukung perjuangan Palestina untuk terbebas dari penjajahan Israel.
Dalam video tersebut, salah satu remaja perempuan yang mengenakan kaos putih memegang tulang ayam goreng, sambil bercanda menyebut ‘tulang anak Palestina’.
Lalu ditimpali remaja lainnya yang memakai baju merah, yang mencocol saus, dengan menyebut “Darah anak Palestina,”.
Tidak berhenti disitu, masih ada satu anak lagi yang menyebut “daging anak Palestina,”. setelah itu mereka berempat lalu tertawa merasa apa yang dilakukan tersebut lucu.
Video yang langsung viral tersebut mendapat ekcaman banyak pihak, salah satunya dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Budi Awaludin menyebut sangat mengecam apa yang dilakukan para remaja tesebut. Dia juga mengaku sudah mengantongi identitas mereka dan sedang melakukan pemanggilan para pelaku juga keluarganya.
“Kami mengecam perilaku tersebut dalam video dan sudah memanggil yang bersangkutan dan keluarganya untuk minta maaf,”
Baca Juga:4 Ibadah Utama di Bulan DzulHijjah yang Tidak Ada di Bulan LainKapan Jadwal Libur Sekolah Tahun 2024 di Jawa Barat
Budi menambahkan akan memfasilitasi para remaja tersebut untuk klarifikasi dan meminta maaf atas perbuatan mereka.
Selain dari Dinas Pendidikan, pihak sekolah yakni SMPN 216 Jakarta yang merupakan sekolah dari pelaku perekaman dan sekaligus pemilik akun media sosial dimana video tersebut diunggah juga ikut angkat bicara.
Mereka memberikan klarifikasi melalui akun instagram resminya @smpn_216. Adapun isi dari klarifikasi adalah sebagai berikut :
Menindaklanjuti video yang beredar ditengah masyarakat, Kami pihak sekolah mengklarifikasi bahwa:
