Tak sampai di situ, tanggal 8 Mei 2024, Nabila mendatangi sang ibu lalu memeluknya. Kepada Siti, Nabila mengeluh capek sekaligus bersyukur karena sekolahnya segera berakhir. Ia tak akan mendapatkan lagi tekanan psikis dan bullying di sekolah karena acara pagelaran kelulusan akan dilaksanakan.
“Berbagai pengobatan telah dilakukan tapi gak mengalami perbaikan. Hingga akhirnya pada Kamis 30 Mei 2024, anak saya meninggal dunia,” paparnya.
Siti menuturkan kejadian aksi bullying yang menimpa anaknya kini telah viral di media sosial. Meski begitu, ia bersama keluarga tak pernah mengunggah di medsos.
Baca Juga:Tak Hadiri Rapat, Anggota DPR RI Singgung Ketidakseriusan KPU dan BawasluPendaftaran PPDB Tahap Pertama Usai, Disdik Jabar akan Pilah Calon Siswa Baru
“Pihak keluarga tak pernah meramaikan di medsos. Kita gak tau siapa yang viralkan. Kami sudah ikhlaskan kepergian anak kami. Hanya untuk tindak pelaku harus diusut tuntas agar gak ada lagi korban serupa,” tandasnya. (Wit)
