“Kantor kasih penjelasan soal kontrak dihitung dari nol lagi itu, katanya karena saya pernah dipulangkan oleh majikan ke kantor, jadi itungannya diulang lagi dari nol,” paparnya.
Rosita menuturkan, perlakuan pihak syarikah terhadap para tenaga kerja, hanya pekerja dari Indonesia saja yang seakan dipersulit, sedangkan dari negara lain diperlakukan lebih manusiawi.
“Herannya yang lain kontrak tetap sesuai, kenapa cuman yang dari Indonesia saja yang dipersulit,” tuturnya.
Baca Juga:Mangkir Lagi, Jaksa Bakal Panggil Paksa Anggota DPRD Jabar yang Terlibat Kasus Korupsi Dana Hibah“Nganjang” ke Demokrat Jabar, Ini Kata Dedi Mulyadi
“Tenaga kerja dari India, Nepal, Afrika, Myanmar mau mereka dipulangkan oleh majikan atau enggak tetap 2 tahun kontraknya, cuman Indonesia yang dihitung dari nol lagi,” pungkas Rosita. (Bas)
