Sukarno’s Message: Gaungkan Kemerdekaan Palestina dengan Sebuah Tarian

Satu dari tiga seniman Bandung, Angeline Azhar, melangsungkan aksinya dengan menari selama 4 jam sebagai simbol dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, di Palestine Walk, Kota Bandung, Rabu (5/6). (Nizar/Jabar Ekspres)
Satu dari tiga seniman Bandung, Angeline Azhar, melangsungkan aksinya dengan menari selama 4 jam sebagai simbol dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, di Palestine Walk, Kota Bandung, Rabu (5/6). (Nizar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Kami seniman tari tergerak untuk melakukan aksi 4 jam menari sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual terhadap warga Palestina” tegasnya.

Catatan sejarah itu, menurutnya, dapat dibuka ulang pada peristiwa Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 silam di Bandung. Indonesia mengundang Mufti Besar Palestina, menyampaikan pesan kemerdekaan.

“Bung Karno tidak mengundang Israel. Bahkan, beberapa kali surat resmi dari Israel untuk membuka perwakilan diplomatik di Indonesia tak pernah ditanggapi Bung Karno,” tuturnya.

Baca Juga:Tiba di Polda Jabar, Ayah dan Kakak Vina Langsung Didampingi Tim Kuasa HukumTingkatkan Pelayanan, Aplikasi Dilan PPKS Segera Menyapa Warga Cimahi

Tak hanya di dunia politik dan diplomasi, dukungan Bung Karno atas Palestina pun dilakukan dalam dunia olahraga. Yakni pada gelaran Asian Games tahun 1962.

Tim sepakbola Indonesia menolak bertanding dengan Israel, dan menolak keikutsertaan Israel dalam ajang Asian Games tersebut. “Aksi penolakan ini berakibat Indonesia keluar dari IOC dan membentuk Ganefo,” pungkasnya.

0 Komentar