Namun kini kemudahan demi kemudahan melahirkan penjajahan baru terhadap kebebasan penggunaan pikiran dan nalar. Aplikasi digital terutama kecerdasan buatan begitu dominan dalam men-drive pikiran dan buah gagasan yang diberikan. Sepertinya pikiran manusia kini semakin “dimanja” dengan berjuta kemudahan yang didapatkan. Tinggal klik, tinggal ketik, maka jadilah karya dan narasi pengetahuan. Dan hasilnya, pikiran menjadi malas untuk memeras kekuatannya dalam melahirkan karya besar peradaban. Penjajahan ini berhasil melemahkan akal, melemahkan karakter berjuang, hingga menurunnya daya tahan saat menghadapi tantangan.
Saatnya kembali membebaskan pikiran untuk lebih berdaya:
- Jaga produktifitas.
- Bebaskan berinovasi dan bertumbuh.
- Kemudahan adalah perjalanan.
