JABAR EKSPRES – Dalam sepekan jumlah kasus meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali bertambah.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, per tanggal 2 Mei 2024, jumlah kasus DBD sebanyak 1.815, dan 13 orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bandung Barat, Nurul Rasyihan mengatakan, kembali bertambah kasus kematian akibat DBD, menyusul kenaikan jumlah penderita dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga:Kemenag Jabar: 30 Persen Jamaah Haji Tahun ini Didominasi LansiaPolitisi Tersandung Kasus Bandung Smart City Masih Ditetapkan Calon Terpilih DPRD Pemilu 2024
“Kecamatan Cipeundeuy dengan 4 total kematian terbanyak dan Padalarang 2 orang. Untuk pelaksanaan fogging sudah dilakukan sebanyak 36 kali dari APBD,” paparnya.
Ia menambahkan, Insidens Rate (IR) 92 kasus/100.000 penduduk artinya dari 100.000 penduduk Kabupaten Bandung Barat terdapat 92 kasus DBD.
“Sementara itu, Case Fatality Rate (CFR) 0.76% artinya dari seluruh penduduk KBB ada sekitar 0.76% diantaranya meninggal karena DBD,” katanya.
Nurul menuturkan, penyebaran kasus demam berdarah di samping karena faktor cuaca disebabkan juga kurang displin masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kesadaran memberantas nyamuk dengan melakukan 3 M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur yang masih kurang dari masyarakat, padahal edukasi dan sosialisasi massif dilakukan,” ujar Nurul.
“Masih terlihat kurang tidak seperti tahun sebelumnya yang begitu disiplin,”sebut Nurul.
Dia mengimbau, agar masyarakat senantiasa menerapkan 3 M Plus dengan maksimal, agar penyebaran DBD bisa ditekan.
Baca Juga:Tok! KPU Tetapkan PKS Kota Bandung Jawara dengan 11 Kursi, Ini Rincian Perolehan Kursi Parpol LainnyaDifasilitasi KemenKopUKM, Kasus Hukum “Pinjam Modal” di Tangerang Selatan Berujung Damai
“Kita terus lakukan edukasi dan sosialisasi secara masif oleh seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya. (Wit)
