Pj Gubernur Jabar: Realisasi Pendapatan Daerah 2023 Capai Rp 34,77 Triliun

JABAR EKSPRES – Realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2023 mencapai Rp 34,77 triliun. Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin dalam Rapat Paripurna Kamis (28/03).

Paripurna itu terkait nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun anggaran 2023. Realisasi pendapatan daerah itu memang belum 100 persen dari target yang dicanangkan. Atau baru 97,62 persen dari target Rp 35,62 triliun.

Bey menguraikan, pendapatan daerah itu terdiri dari berbagai nomenklatur pendapatan. Yakni dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 24,33 triliun. PAD sendiri terdiri dari pendapatan pajak daerah sebesar Rp 22,46 triliun dari target 22,98 triliun. Lalu pendapatan retribusi daerah Rp 60,60 miliar dari target 51,61 miliar.

Kemudian pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 541,13 miliar dari target 541,26 miliar. Serta pendapatan lain-lain yang sah Rp 1,3 triliun dari target Rp 1,22 triliun.

BACA JUGA: 406 Puskesmas dan 97 Rumah Sakit Disiagakan Dinkes Jabar saat Mudik Lebaran

Pendapatan daerah berikutnya berasal dari pendapatan transfer senilai Rp 10,28 triliun. Rinciannya dari pendapatan transfer pemerintah pusat- dana perimbangan Rp 10,24 triliun, transfer pemerintah pusat lainnya Rp 12,08 miliar dan transfer antar daerah Rp 27,28 miliar dari target Rp 27,45 miliar.

Bey juga menjabarkan, untuk belanja daerah tercapai Rp 35,51 triliun. “Capaiannya 95,56 persen dari target Rp 37,16 triliun,” katanya.

Belanja daerah terdiri dari belanja operasi sebesar Rp 19,09 triliun, belanja modal Rp 2,52 triliun, belanja tidak terduga Rp 23,6 miliar, belanja transfer Rp 13,87 triliun.

Sementara realisasi penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 2,89 triliun dari target 2,89 triliun. Lalu pengeluaran pembiayaan daerah Rp 1,35 triliun atau 100 persen dari target.

BACA JUGA: Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim Utama Jadi Pengingat Penting Keselamatan Berkendara

Dalam kesempatan itu Bey juga menjabarkan sejumlah capaian indikator kerja makro (IKM) 2023. Di antaranya, realisasi Indeks pembangunan manusia 73,74 point, laju pertumbuhan penduduk 1,12 persen, persentase penduduk miskin 7,62 persen, tingkat pengangguran terbuka 7,44 persen, laju pertumbuhan ekonomi 5,00 persen, indeks gini 0,425 poin dan pendapatan perkapita ADHB Rp 52,65 juta.(son)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan