Stok Darah Menipis, Dinkes Cimahi Terapkan Kebijakan Donor Pengganti 

JABAR EKSPRES  – Kesulitan karena stok darah menipis usai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kota Cimahi  memulai kebijakan donor darah pengganti.

“Ketersediaan kantong darah di UTD RSUD Cibabat semakin menipis karena minimnya pendonor darah selama bulan Ramadan,” ungkap Kadinkes Kota Cimahi, Mulyati saat dihubungi melalui seluler, Selasa 26 Maret 2024.

Menurutnya, penurunan stok darah tidak hanya terjadi di Kota Cimahi, tetapi juga di daerah lainnya selama bulan Ramadan karena aktivitas donor menurun.

Mulyati mengungkapkan, ketersediaan Packed Red Cells (PRC) atau sel darah merah masih mencukupi, namun stok trombosit saat ini mengalami keteteran, hanya mencukupi untuk tujuh hari ke depan.

BACA JUGA: Ngobrol Bareng Habib Jafar di Supermoment Radio Show Sukses Pikat Ribuan Superfriends Tasikmalaya

“Stok darah itu hanya tersedia di RSUD Cibabat, Kota Cimahi yang menghimpun kantong darah karena memiliki Unit Transfusi Darah (UTD),” jelasnya.

Kendati demikian, Mulyati mengatakan RSUD Cibabat menerapkan kebijakan donor pengganti sebagai langkah antisipatif atas kelangkaan kantong darah. Transfusi darah hanya dilakukan pada kasus dengue yang parah dan mengalami komplikasi.

“Jika pasien memerlukan transfusi darah, keluarga harus menyediakan pendonor darah,” terangnya.

Mulyati mengatakan akibat meningkatnya kasus DBD, pentingnya menjaga ketersediaan kantong darah di RSUD Cibabat. Meskipun tidak semua pasien DBD membutuhkan transfusi darah, upaya untuk menyediakan donor pengganti penting guna memastikan stok darah tetap terjaga.

“Dalam situasi meningkatnya kasus DBD, ketersediaan darah menjadi sangat penting,” kata Mulyati.

“Kami siapkan donor pengganti untuk menjaga stok darah tetap cukup,” pungkasnya. (Mong)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan