Shalat Tarawih Ngebut? Begini Islam Memandangnya!

Ilustrasi: Pelaksanaan shalat tarawih ngebut.
Ilustrasi: Pelaksanaan shalat tarawih. (Foto: Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Datangnya bulan Ramadan, berarti datang pulalah suatu sunnah yang harus dilaksanakan pada malam harinya. Yap, sunnah tersebut adalah shalat tarawih.

Shalat tarawih merupakan shalat sunnah yang biasanya dilaksanakan oleh ummat Islam di bulan Ramadan. Biasanya, shalat ini dilakukan dengan 11 rakaat (8 tarawih, 3 witir) atau 23 rakaat (20 tarawih, 3 witir).

Dalam pelaksanaannya, ibadah satu ini pasti akan selalu menjadi lampu utama pemberitaan. Pasti banyak yang mendengar, ada shalat tarawih ngebut di bagian Indonesia. Mereka melaksanakan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat, tetapi bisa selesai dalam 7 menit.

Baca Juga:Mahasiswa Minta KPU RI Tindak Tegas Pelaku Nepotisme Rekrutmen Tenaga Administrasi KPU Kota BanjarHai Pemburu Takjil! Ini Nih Lokasi Takjil Gratis di Bandung Timur

Nah, hal ini tentu saja mengundang tanda tanya, apakah shalat tarawihnya sah?

Namun, dalam pelaksanaannya, ada sebagian ummat Islam yang kadang masih belum melaksanakannya. Terlebih jika kita kembali menyorot shalat tarawih ngebut. Tentunya sangat bertentangan dengan rukun shalat yang ada.

Dari Abu Hurairah RA. berkata, Rasulullah SAW. bersabda:

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا

“Jika engkau berdiri hendak melakukan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat al-Qur’an yang mudah bagimu. Setelah itu, rukuklah sampai engkau benar-benar rukuk dengan thuma’nînah. Kemudian, bangunlah sampai engkau tegak berdiri, setelah itu, sujudlah sampai engkau benar-benar sujud dengan thuma’nînah. Kemudian, bangunlah sampai engkau benar-benar duduk dengan thuma’nînah. Lakukanlah itu dalam shalatmu seluruhnya!” (HR. Bukhari 757 dan Muslim 397)

Berdasarkan hadits tersebut, Rasulullah SAW. tentunya telah memberi peringatan orang yang melaksanakan shalat, namun tidak sempurna. Hendaklah seorang muslim melaksanakan bagian-bagian shalat dengan baik dan tenang (thuma’ninah) agar shalat yang dilaksanakan tidak sia-sia. (Fizh)

0 Komentar