JABAR EKSPRES – Bullying atau intimidasi adalah perilaku agresif yang sering kali terjadi di lingkungan sekolah, di tempat kerja, atau bahkan di dunia maya.
Selain itu, mereka juga mungkin menghindari situasi di mana mereka berpotensi menjadi korban bullying lagi.
- Perubahan fisik
Tanda-tanda fisik dari bullying dapat termasuk luka-luka atau memar yang tidak dapat dijelaskan, kehilangan barang-barang pribadi, atau bahkan perubahan pola makan atau tidur.
Baca Juga:Dihadiri Ibu Negara dan Ibu Wury Ma’ruf Amin, TP PKK Pusatkan Gerakan Tanam Cabai di Kabupaten BogorJadwal Tayang Pemandi Jenazah Hari Ini di Jakarta, Film yang Ditulis Lele Laila!
Remaja yang menjadi korban bullying juga mungkin mengalami sakit kepala atau gangguan pencernaan karena stres yang berkelanjutan.
- Keterlibatan dalam perilaku merusak diri
Beberapa remaja yang menjadi korban bullying mungkin mencoba mengatasi rasa sakit dan frustrasi mereka dengan terlibat dalam perilaku merusak diri seperti penggunaan obat-obatan terlarang, minum alkohol, atau bahkan mencoba bunuh diri. Ini adalah tanda yang sangat serius bahwa remaja tersebut membutuhkan bantuan segera.
- Kesulitan dalam hubungan sosial
Bullying dapat mengganggu kemampuan remaja untuk membentuk dan memelihara hubungan sosial yang sehat.
Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan teman-teman sebaya atau merasa tidak aman dalam situasi sosial.
Hal ini dapat menyebabkan isolasi sosial yang lebih lanjut dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental.
- Menunjukkan ketakutan atau kecemasan yang berlebihan
