JABAR EKSPRES – Naiknya harga beras jelang Ramadan di Kabupaten Bandung jadi sorotan. Pemerintah Kabupaten Bandung pun menjamin stok kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) akan tersedia hingga Maret 2024.
“Pemkab Bandung telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk kesiapan pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan idul Fitri,” ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangan resminya, Selasa (27/2/2024).
Dicky menjelaskan jika kenaikan harga beras ini terjadi karena adanya beberapa faktor.
Baca Juga:Rekapitulasi Penghitungan Suara di 16 Kecamatan Bandung Barat RampungBelum Pernah Menang di 5 Laga Sebelumnya, Persib Berambisi Raih Poin Penuh Kontra PSIS
“Kenaikan harga beras terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adanya perubahan musim tanam akibat fenomena El Nino serta gangguan dalam distribusi beras akibat long weekend,” ungkapnya.
Mengatasi hal itu, Disperdagin Kabupaten Bandung telah mengambil langkah-langkah diantaranya dengan melakukan koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait,
“Khususnya memonitoring harga kepokmas secara berkala, serta akan melaksanakan Operasi Pasar (OPM) bersubsidi dan Pasar Murah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan Perum Bulog telah menggulirkan komoditi beras untuk stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP).
“Langkah-langkah konkret ini tentunya untuk menstabilkan harga pangan di masyarakat, seperti membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) serta menyalurkan bantuan pangan bagi kelompok rentan, seperti ojek pangkalan (opang), guru ngaji, dan budayawan,” ungkapnya.
Adapun program GPM kata Ina, akan dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah Kabupaten Bandung hingga akhir bulan Maret bekerja sama dengan Perum Bulog untuk komoditas beras SPHP.
“Mulai hari ini direncanakan giat GPM di wilayah Kecamatan Baleendah,” ujar Ina.
