Kreatif, Murid Kelas 8 SMPN 3 Ciparay Ciptakan Alat-Alat Sederhana dari Bahan Seadanya

Anak kelas 8 SMPN Ciparay Kabupaten Bandung saat menunjukan alat ciptaanya yang dibuat dengan bahan seadanya. Foto Agi Jabar Ekspres
Anak kelas 8 SMPN Ciparay Kabupaten Bandung saat menunjukan alat ciptaanya yang dibuat dengan bahan seadanya. Foto Agi Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Para murid kelas 8 SMPN 3 Ciparay, Kabupaten Bandung, berhasil menciptakan alat-alat sederhana yang inovatif dalam rangka pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics).

Alat-alat yang berhasil diciptakan diantaranya, kipas angin, sapu elektrik, chopper, dan mixer yang terbuat dari barang seadanya seperti bahan kardus, dinamo dan lain sebagainya.

Salah satu murid bernama Shavira Khairunnisa (14) kelas 8E yang membuat alat kipas angin mengatakan dalam pembuatannya alat ini dirinya melihat kondisi kelas yang begitu panas, sehingga terbuatlah kipas angin ini.

Baca Juga:KPU Resmi Tetapkan Tahapan Pilkada 2024, Pendaftaran Paslon pada 27-29 AgustusFokus Pengembangan Pariwisata di Ciayumajakuning, Pemprov Jabar Mulai Pikirkan PAD 

“Karena kondisi di kelas kita kan gerah jadi kita membuat ini dan cukup menarik untuk dibuat sehingga tercipta ini sehingga aku membuat kipas angin sederhana fungsinya untuk pendingin udara intinya,” ujarnya sambil menunjukan alat kipas angin di SMPN 3 Ciparay, Jalan Raya Rancakole, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (31/1/2024).

Shavira menjelaskan, untuk pembuatan alat ini dirinya masuk kelompok yang berisi 8 orang dengan pengerjaan sekitar 2 hari.

“Sekelompoknya ini ada 8 orang dan butuh waktu 2 hari untuk pengerjaannya,” katanya.

Selain itu, dalam pembuatan alat ini dirinya hanya menggunakan barang-barang sederhana dan berkas yang terdiri dari beberapa komponen seperti Kardus, dinamo, batre dan pipa untuk pegangan.

Dalam pengerjaannya kata Shavira dirinya sempat beberapa kali salah memasang, hal tersebut pun menjadi salah satu kesulitan. Namun pada akhirnya dirinya berhasil mengerjakan alat tersebut dengan sempurna.

“Kesulitan ada, yang pertama itu memasang kabel karena cukup rumit karena kalau salah memasang tidak akan berfungsi. Kedua ini baling-baling kita sudah berulang 3 kali karena salah memasang baling-baling. Jadi udaranya salah yang pertama itu ke belakang bukan ke depan. Jadi kita memasang baling-baling sampai tiga kali dan akhirnya berhasil,” ungkapnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Kaisar Putrawan (14) kelas 8F yang mengerjakan alat sapu elektrik.

Baca Juga:Masuk Tahap Kajian, Pembangunan SMA SMK baru di Jabar akan Dilakukan 2025Intip Galeri Arsip Covid-19 Jabar yang Segera Dibuka untuk Umum

Menurutnya pembuatan sapu elektrik ini dari barang-barang bekas seperti kardus, mika, sedotan, dinamo, batre, kabel dan lem.

0 Komentar