ITB Jawab Soal Kesulitan Mahasiswa Ringankan UKT yang Miliki Tagihan Hingga Puluhan Juta

BANDUNG, JABAR EKSPRES – Direktur Keuangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Anas Ma’ruf beberkan soal mekanisme penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang alami kesulitan membayar.

Menurutnya, ITB memiliki formula khusus dalam mengatur penurunan UKT bagi para mahasiswa yang mengajukan terkait keringanan biaya tersebut.

“Penerapan UKT ini kami menerapkan suatu formula. Nanti itu kita pertanggungjawabkan kepada seluruh auditor yang ada dilingkungan ITB, BPK, termasuk internal,” ujar Anas, Rabu (31/1).

Nantinya, mekanisme penurunan UKT diputuskan oleh berbagai kriteria yang mengacu pada poin penilaian. Hal ini guna memutuskan berhak atau tidaknya mahasiswa tersebut mendapat keringan UKT.

BACA JUGA: ITB Pastikan Bakal Terus Jalin Kerjasama dengan Pihak Danacita

“Mereka nanti itu kita presentasikan. Dan kalau misalnya mereka sudah mengajukan tapi ditolak, berarti ada formula dari mahasiswa lain yang berhak mendapatkan itu,” ungkapnya.

Hal tersebut tertuang pada indeks ekonomi yang didapat dari pengkajian yang dilakukan pada mahasiswa yang mengajukan penurunan UKT.

Indeks ekonomi tersebut bakal menghasilkan siapa saja mahasiswa yang berhak mendapat keringanan perihal penurunan UKT.

“Jadi nanti dari indeks ekonomi tersebut menghasilkan soal siapa yang dapat dan siapa yang belum mendapatkan perihal pengurangan UKT,” katanya.

Dirinya menegaskan, terkait pengurangan UKT, pihaknya tak melibatkan urusan perasaan ataupun kedekatan secara emosional kepada mahasiswa. Hal tersebut murni berdasarkan presentase yang didapat dari pengkajian lewat indeks ekonomi.

“Jadi penetapan ini kita tidak melibatkan perasaan. Murni mengikuti seluruh peraturan dan ketentuan, kira-kira seperti itu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Bawaslu KBB Tangani 3 Kasus Dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu, Mayoritasnya Kades

Polemik ini muncul ketika demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa ITB yang menolak rekomondasi pihak kampus, terkait pembayaran studi lewat pendanaan yang disiapkan oleh fintech atau pinjol berbasis pendidikan yakni Danacita.

Terkuak kabar adanya mahasiswa yang memiliki tagihan hingga puluhan juta dilingkungan kampus ITB. Namun ketika mengajukan penurunan UKT, tak pernah disetujui oleh pihak kampus.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB, Muhamad Abduh menuturkan, penetapan pengurangan UKT bagi mahasiswa murni sesuai standar peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan