Menko Airlangga Salurkan Cadangan Beras Pemerintah di Bandung: Cukup Signifikan!

Kemenko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto saat penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) di Kota Bandung, Jumat (19/1). (Nizar/Jabar Ekspres)
Kemenko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto saat penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) di Kota Bandung, Jumat (19/1). (Nizar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) Republik Indonesia, menyalurkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) di Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, pada Jumat (19/1).

Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menyampaikan, program ini adalah lanjutan untuk mengantisipasi dampak El Nina. Dimana masa panen sempat mundur hingga dua bulan. Lantas menurutnya bantuan penyaluran beras yang dilakukan amat penting.

“Sehingga program (penyaluran) 10 kilo menjadi kebutuhan mereka yang besarnya bisa dari 25 sampai 40 kilo per bulan. Jadi ini cukup signifikan,” kata Airlangga usai melaksanakan acara tersebut.

Baca Juga:Privatisasi Air oleh Perusahaan, Pemkab Bandung Harus Ambil Langkah KonkretFasilitas Damkar di Banjar Bikin Prihatin, Rusak Dimakan Usia

“Kemaren di Pontianak, Kalsel itu penanaman mundur tiga bulan. Di Jawa ini rata-rata mundur dua bulan. Sehingga bantuan pangan ini sangat diperlukan,” sambungnya.

Dia merincikan, alokasi beras di Jawa Barat (Jabar) sendiri tersedia 4.445. 601 penerima bantuan pangan. Sementara untuk yang disalurkan di Kota Bandung sebanyak 109.333, lalu di Kecamatan Batununggal ini ada 5.580 penerima.

“Stok bulog di Kabupaten Bandung, wilayah Bandung ini ada 9.950. Sehingga tentunya kami lihat bulog mempunyai cadangan yang cukup untuk menjalankan program,” ungkapnya.

Diketahui bahwa pemerintah menyalurkan bantuan pangan masing-masing 10 kg tersebut, yakni untuk 5.580 warga Penerima Bantuan Pangan (PBP). Dengan secara simbolis diberikan kepada perwakilan warga.

Program yang diluncurkan Presiden Joko Widodo itu, guna mengantisipasi dampak El-Nino yang membuat sejumlah daerah di Indonesia mengalami kemunduran produksi panen padi. Program tersebut berhasil memberikan bantuan beras untuk 22 juta warga PBP sejak tahun 2023 lalu. (Zar)

0 Komentar