Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, pelaksanaan peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2022 dapat dijadikan sebagai momentum gerakan masyarakat untuk bersama-sama peduli tentang HIV, memahami pentingnya melakukan tes HIV, sehingga status HIV dapat segera diketahui.
Menurut Atalia, semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV lebih dini diharapkan dapat mendorong percepatan tercapainya penurunan epidemi HIV, sehingga Indonesia dapat mencapai “three zero”.
“Pada tahun 2020 ke 2021 kasus kumulatif HIV dan AIDS sempat mengalami penurunan, namun pada tahun 2022 di Jabar mengalami peningkatan kembali,” ujar Nina.
Baca Juga:Jokowi Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Cabai Turun di Tahun 2024Cak Imin Singgung Pemerintah yang Keluarkan Anggaran Fantastis untuk Beli Alat Perang
Ia mengimbau apabila ditemukan orang dengan hasil tes HIV positif, diupayakan segera lakukan pemberian pengobatan ARV kepada pasien.
“Tingkatkan edukasi HIV AIDS pada seluruh sektor, baik tenaga kesehatan dan masyarakat pada berbagai usia dan jenis kelamin agar tidak ada diskriminasi pada ODHA di manapun ODHA berada,” tutur Nina.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari HIV/AIDS sedunia ini diisi dengan senam sehat, talk show, hiburan hingga pembagian door prize.
