Jokowi Ungkap Alasan Harga Cabai yang masih “Pedas” di Indonesia

Jokowi Ungkap Alasan Harga Cabai yang masih "Pedas" di Indonesia
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Manado untuk menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino (28/12).
0 Komentar

Jabar Ekspres – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara. Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi memantau sejumlah harga kebutuhan pokok, termasuk cabai.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang cukup panas saat ini mempengaruhi harga cabai di semua daerah di Indonesia. Cuaca panas menyebabkan produksi cabai menurun, sehingga harga cabai pun naik.

“Memang saat ini harga cabai secara nasional berfluktuasi karena pengaruh cuaca,” kata Presiden Jokowi dikutip Jabar Ekspres dari Antara News, Kamis (29/12).

Baca Juga:Berikut Pengumuman Nama Calon KPU Banjar, Ciamis, Pangandaran yang TerpilihJumlah Pemilih Disabilitas Terbanyak di Kabupaten Bandung, KPU Siapkan Layanan Khusus

Menurut Presiden Jokowi, harga cabai di Pulau Jawa telah mulai turun, yaitu hingga Rp75 ribu per kilogram. Namun, di beberapa daerah lain, harga cabai masih berada di atas Rp100 ribu per kilogram.

Selain memantau harga cabai, Presiden Jokowi juga meresmikan pengoperasian sinyal Base Transceiver Station (BTS) 4G BAKTI dan akses internet di desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta meresmikan pengoperasian dan integrasi Satelit Republik Indonesia 1 (Satria-1).

Selain itu, Presiden juga meninjau Jalan Lingkar Karakelang di Kepulauan Talaud. Jokowi bertolak ke Kota Manado untuk menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino di Kantor Pos Manado.

Kenaikan harga cabai yang disebabkan oleh cuaca panas menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga cabai dengan berbagai upaya, termasuk dengan meningkatkan produksi cabai.

0 Komentar