Kerap Terjadi Kecelakaan, Warga Minta Perlintasan KAI di Cilame Diberi Palang Pintu

JABAR EKSPRES – Satu unit minibus jenis Daihatsu Sigra dengan nomor polisi D 1859 AJY dihantam kerera Feeder di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis 14 Desember 2023 sekitar pukul 13.00 WIB.

Kala itu, mobil tersebut tengah menyebrangi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Desa Cilame.

Seorang warga Kampung Cipame, Taufik (42) mengatakan, kecelakaan yang melibatkan kendaraan dengan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu kerap terjadi dalam setahun ini.

“Bukan mobil saja, pernah motor pun jadi korban,” jelas Taufik kepada wartawan, Jumat, 15 Desember 2023.

BACA JUGA: Kronologi Tragis Kecelakaan Kereta, Satu Korban Masih dalam Perawatan Intensif di RSUD Cibabat Cimahi

Ia pun meminta pihak terkait untuk melengkapi perlintasan dengan palang pintu agar kejadian kecelakaan tak kembali terulang.

“Dari dulu memang engga ada palang pintunya, dan seharusnya diberi palang pintu. Ini kan hanya dijaga oleh relawan,” katanya.

Senada dikatakan Taufik, Kepala Desa Cilame, Aas Mochammad Asor pun menyebut, kecelakaan di perintasan kereta api ini bukan kejadian pertama tapi sudah beberapa kali terjadi.

“Sudah sering kejadian, tapi sampai kini belum ada upaya pencegahan dari PT KAI , misalnya dengan membuat palang pintu,” kata Aas kepada wartawan.

“Seingat saya pernah diusulkan (palang pintu perlintasan) oleh Dishub KBB, namun hingga kini tak ada kejelasan. Selama ini hanya dijaga warga, itupun atas inisiatif mereka,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Fauzan Azima menyebut, perlintasan sebidang yang berada di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame itu tidak resmi dan sudah digunakan sejak KBB belum berdiri.

Bahkan, seiring dengan berdiri KBB jalan tersebut tetap digunakan dan kini sudah berstatus jalan kabupaten.

“Nah, untuk perlintasannya sendiri bukan perlintasan resmi. Seyogianya memang perlintasan itu ditutup,” sebutnya.

Untuk meminimalisir kejadian tersebut tak terulang, Fauzan pun akhirnya membuat permohonan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Perkeretaapian terkait dengan perizinan perlintasan sebidang.

“Karena volume lalu lintas cukup tinggi dan sekarang sudah ada lagi kereta tambahan Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB),” jelasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan