The Boy and The Heron: Sinopsis, Riview, dan Jadwal Bioskop di Bandung

JABAR EKSPRES- Berikut ini jadwal bioskop film The Boy and the Heron dan riviewnya, apakah film ini worth it untuk ditonton? Untuk mengetahuinya simak informasinya di sini!

Cerita film The Boy and the Heron menceritakan tentang Mahito Maki, seorang anak berusia 12 tahun yang kehilangan ibunya dalam kebakaran rumah sakit di Tokyo. Kondisi ini memaksa Mahito pindah ke desa bersama ayah jauh bernama Shoichi dan Natsuko, ibu tiri yang sedang hamil dan merupakan saudara perempuan mendiang ibunya.

Mahito terombang-ambing antara kesedihan dan kemarahan, sering bermimpi tentang ibunya yang tidak dapat dia selamatkan dari kebakaran.

Cerita ini dimulai ketika Mahito diprovokasi oleh seekor bangau yang menghubungkannya dengan ibunya, memberi tahu Mahito bahwa “kehadirannya diminta.”

Saat Natsuko menghilang, Mahito mengikuti bangau itu ke sebuah menara, tempat kakek buyutnya menghilang. Pada satu titik, film ini mengambil arah fantasi saat Mahito memasuki Negeri Ajaibnya sendiri, sebuah realitas alternatif dengan burung pelikan, burung parkit kejam, dan makhluk kecil bernama warawara.

Baca juga: Harga Tiket Nonton Film Siksa Neraka CGV, XXI, Cinepolis Bandung

Menurut situs rogerebert.com secara keseluruhan, film ini memisahkan diri dari plot tradisional dan membawa penontonnya ke petualangan yang berbeda.

Film ini mengeksplorasi tema tentang belajar untuk tidak bertindak atas dasar keegoisan, tetapi juga menyiratkan bahwa keindahan dunia dapat muncul dari pengalaman pahit.

Judul bahasa Jepangnya, “How Do You Live?,” juga merupakan judul novel tahun 1937 karya Genzaburo Yoshino yang memengaruhi Hayao Miyazaki.

Baca juga: Film Siksa Neraka Sudah Tayang! Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya, yang Nonton Auto Tobat

Film ini tidak didasarkan pada novel tersebut, tetapi referensi kepadanya menunjukkan bagaimana film ini membangun cerita di atas fondasi kenangan pribadi Miyazaki. Pengalaman keluarga Miyazaki selama perang, termasuk pembuatan pesawat tempur oleh ayahnya dan kehidupan keluarga yang mengungsi, tercermin dalam “The Boy and the Heron,” meskipun dengan sedikit variasi.

Meskipun Mahito bukanlah Hayao, film ini memberikan nuansa seperti Dorothy yang menemukan versi fantastis dari orang-orang dalam kehidupan nyata. Film ini, secara keseluruhan, bisa dianggap sebagai karya Miyazaki yang menciptakan dunia seperti Oz.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan