Bandung Kelabakan Urus Banjir Gedebage

Bandung Kelabakan Urus Banjir Gedebage
Kolam Retensi Gedebage di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis(14/12). Kolam retensi yang mampu menampung 5.425 meter kubik air ini dinilai masyarakat belum mampu menjadi solusi banjir di kawasan Gedebage. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Satu di antaranya itu, bagaimana kami pastikan gorong-gorong yang ada di Jalan Soekarno-Hatta itu diperbaiki,” ungkap Bambang kepada wartawan di Gedebage, pada Rabu (13/12).

Dirinya pun tidak menampik, ada beberapa drainase atau gorong-gorong yang bakal lebih diperbesar. Bambang menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirjen Bina Marga dan pemerintah pusat.

“Jadi dari mulai Jalan Soekarno-Hatta dulu ya. Satu di antaranya adalah disedimentaai antara Gedebage ke arah Jalan Rumah Sakit (Ujungberung),” ucap Bambang.

Baca Juga:Geger! Penemuan Mayat di Desa Rancamulya Pameungpeuk Kabupaten BandungMenunggu Pembuktian Sang Juru Gedor Anyar, Stefano Beltrame

Selain itu, lanjutnya, ada rencana penambahan kolam retensi. Bambang menuturkan, rencananya pemkot masih mencari lahan yang potensial. “Kemudian kita punya kewajiban untuk membangun kolam retensi (lagi),” tambahnya.

Adapun kolam retensi sebelumnya, jelas Bambang, diklaim masih optimal untuk mengurangi intensitas banjir yang terjadi saat ini. Hal tersebut bisa dilihat dari lama genangan banjir yang surut.

“Sudah bisa menurunkan debit air. Intensitasnya sudah bisa kita turunkan gitu frekuensi volumenya. Mudah-mudahan dengan upaya ini bisa segera diselesaikan,” jelasnya.

Bersamaan, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kota Bandung, Didi Rustandi mengungkapkan, masalah utama dalam kasus kolam retensi adalah kapasitas yang masih kecil.

Menurutnya, hal tersebut perlu diperbesar lagi atau dilakukan penambahan kolam retensi. “Yang jadi masalah itu (air) dari daerah Cinambo. Belum ada penanganan kolam retensi (di sana),” ungkap Dudi.

Masalah di wilayah itu, ternyata sangat memiliki dampak terhadap banjir di Gedebage. Lantas, Dudi menekankan, kolam retensi sebetulnya sudah optimal. Tinggal ada penambahan kapasitas yang besar.

Lambat Jawab Masalah Drainase

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat (Jabar), Wahyudin Iwang menyebutkan bahwa beberapa antisipasi banjir bakal lebih optimal apabila dibarengi dengan perbaikan drainase perkotaan.

Baca Juga:Soal Penertiban Baliho Kampanye, Satpol PP KBB: Tunggu Arahahan KPU-Bawaslu20 Ruangan Khusus Disiapkan RSHS Bandung untuk Pulihkan Kejiwaan Caleg Gagal

Menurutnya, kondisi drainase di Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah dari tahun ke tahun. Terlebih pada masa darurat sampah yang masih berlaku hingga hari ini, kata Wahyudin, memperparah kondisi mitigasi bencana banjir.

“Upaya-upaya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung inipun tidak transparan dan terpublikasikan terkait bagaimana (masalah) drainase ini direspon,” katanya saat dikonfirmasi Jabarekspres, belum lama ini.

0 Komentar