Gerakkan Mimpi Anak Bangsa, ASKALSI Umumkan Ketua Baru

ASKALSI
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (tengah) bersama Dewan Pengawas ASKALSI Marwan O. Baasir (kedua dari kiri), Ketua Umum ASKALSI 2021-2023 yang juga menjabat sebagai Chief Technology Officer Telin Akhmad Ludfy (ketiga dari kanan), Ketua Umum Baru ASKALSI yang juga menjabat sebagai EGM Service Operation Telkom Suharyoto (paling kiri), Sekretaris Jenderal ASKALSI Resi Y. Bramani (paling kanan), dan Bendahara ASKALSI Elly Noor Qomariyah (kedua dari kanan) dalam acara Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) IV dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (6/12).
0 Komentar

Jabarekspres.com – Asosiasi Penyelenggara Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (ASKALSI) menyelenggarakan Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) IV dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Telkom Landmark Tower, Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, Rabu (6/12).

Turut hadir pula Dewan Pengawas ASKALSI, Marwan O. Baasir, Sekretaris Jenderal ASKALSI, Resi Y. Bramani, serta jajaran pengurus ASKALSI. Agenda utama program ini adalah pergantian Ketua Umum ASKALSI dari Chief Technology Officer Telin, Akhmad Ludfy kepada Suharyoto, yang juga menjabat sebagai EGM Service Operation PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).

“Dengan dimulainya saya mengemban posisi baru ini, saya berkomitmen untuk memberikan gambaran dan kesadaran kepada semua stakeholder tentang betapa pentingnya SKKL. SKKL bukan hanya infrastruktur nasional, tetapi juga pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Mari bersama kita wujudkan visi tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, dan terbuka,” ujar Ketua ASKALSI terpilih, Suharyoto.

Baca Juga:Sumedang Raih Anugrah Meritokrasi ASNEpaper Jabar Ekspres Edisi Jumat, 8 Desember 2023

Selain penetapan Ketua Umum ASKALSI yang baru, pada Munaslub juga disampaikan hasil kajian rasionalisasi perizinan dan pungutan di sektor telekomunikasi untuk mencapai pemerataan dan keadilan konektivitas di Indonesia.

Kajian ini disusun oleh Forbil Institute & Tritech Consult Bandung sebagai kerja sama ASKALSI dengan asosiasi lainnya (ATSI, APJII, dan APJATEL). Hasil kajian tersebut salah satunya membahas biaya regulasi di industri telekomunikasi saat ini telah melebihi 14%, dan ASKALSI berharap pemerintah dapat menurunkan beban regulasi menjadi di bawah 10% demi kesehatan industri telekomunikasi yang menjadi pendorong bagi industri lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Dewan Pengawas ASKALSI, Marwan O. Baasir menyampaikan, “tantangan kompleks di dunia komunikasi membutuhkan ASKALSI untuk memimpin dengan integritas dan inovasi. Saya berharap agar ASKALSI terus mengembangkan infrastruktur, meningkatkan keamanan, dan memelihara standar tinggi dalam pelayanan untuk mendukung konektivitas yang andal dan efisien di seluruh Indonesia.”

Pada kesempatan yang sama, ASKALSI juga meresmikan kantor sekretariat baru di The Telkom Hub, Gedung Graha Merah Putih, lantai 9, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta.

0 Komentar