Bentrok Antar Kampung di Sukaraja Bogor Memakan Korban

Mediasi dua kampung yang bentrok di Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Mediasi dua kampung yang bentrok di Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Foto: Sandika Fadilah/Jabar Ekspres)
0 Komentar

BOGOR, JABAR EKSPRES – Dua orang warga dikabarkan terluka akibat bentrokan antar kampung di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Bentrok itu terjadi antar Kampung Cibedug Girang, Desa Sukatani dan Kampung Panggulaan Wates, Desa Sukaraja.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Birman Simanulang mengatakan, peristiwa berawal pada Jumat, 1 Desember 2023 terjadi bentrokan antar kampung tersebut.

Baca Juga:TEGAS! Panwaslu Langensari Pasang Imbauan Larangan Kampanye di Tempat IbadahKota Bandung Mulai ‘Hujan’, Pemkot Siapkan Trik Jitu Atasi Banjir

“Dipicu adanya ketersinggungan anak muda, di Kampung Panggulaan wates ada aktivitas coran jalan di buka tutup sama remaja,” kata Kompol Birman kepada Jabar Ekspres, Rabu 6 Desember 2023.

Di tempat yang sama juga, adanya sejumlah anak muda yang sedang nongkrong dari Desa Sukatani.

Terjadi bentrokan pada hari itu, dan besok harinya sudah dilakukan mediasi antara kedua pihak.

Namun, Senin 4 Desember 2023 sekitar pukul 23.30 WIB, sebanyak 20 warga Kampung Cibedug Girang melakukan penyerangan. Warga Kampung Cibedug Girang yang merasa diserang, kemudian melawan balik dengan membawa senjata tajam.

“Sehingga mengakibatkan warga Kampung Panggulaan terdesak sampai akhirnya 2 orang warga terluka senjata tajam dari warga Kampung Cibedug Girang, untuk terkena sajam jenis apa belum diketahui karena kejadianya malam hari,” ucapnya.

Dari informasi, kedua kampung tersebut memang sudah terjadi bentrok dari sejak dulu.

“Memang dari dulu infonya sering ribut antar dua desa itu. Makanya saya sampaikan ke kepala desa saat mediasi, harus jadi pelopor perdamaian,” ujarnya.

Baca Juga:Viral! Jalan Parung Panjang Dilintasi Truk Diluar Jam Operasional, Ini Tanggapan DishubCovid-19 Kembali Menggila, Pemkot Bandung Lakukan Ini Agar Tak Kecolongan

Birman menyarankan, agar kedua kepala desa tersebut untuk membuat kegiatan positif secara bersama agar dapat menimbulkan rasa persatuan dan persaudaraan.

“Tetangga itu jadi sodara, jangan jadi musuh terdekat. Harus ada acara secara bersama entah olahraga dan kegiatan positif lainnya. Saat ini kondisi sudah kondusif,” tutupnya. (SFR)

0 Komentar