JABAR EKSPRES – Penerapan teknologi nyamuk aedes aegypti yang disuntikkan bakteri nyamuk wolbachia, sudah dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sejak 31 Oktober 2023. Kecamatan Ujungberung menjadi lokasi pertama sekaligus pilot project dari program tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ira Dewi Jani mengungkapkan, hingga saat ini baru satu kelurahan yang baru menerima sebaran bakteri nyamuk wolbachia.
Dia menuturkan, apabila penyebaran tersebut memunculkan hasil yang bagus, pihaknya berkemungkinan melanjutkan lagi terhadap empat kelurahan sisanya di Kecamatan Ujungberung.
Baca Juga:Pemkot Bandung Harap Wolbachia Bisa Turunkan Angka DBD Seperti di YogyakartaRatusan Ember Berisi Telur Nyamuk Wolbachia Tersebar di Pasanggarahan
Dirinya pun mengharapkan apabila membuahkan sesuatu positif dari penyebaran tersebut, bukan tak mungkin ke depannya, Pemkot Bandung menerapkan di seluruh kecamatan.
“Alhamdulillah respon penerimaan masyarakatnya baik. Hal ini bisa dilihat dari dimana yang posting (medsos) untuk mensosialisasikan teknologi nyamuk berwolbahia ini,” ujarnya.
“Selain dari teman-teman Puskesmas juga dari warga. Ada beberapa kader yang mungkin bisa dicek di postingannya turut mensosialisasikan terkait penanggulangan DBD dengan menggunakan teknologi nyamuk berwolbahia,” tandas Ira.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Ujungberung Indah, Dr. Vita Purnamasari menuturkan, Kecamatan Ujungberung yang menjadi pilot project nyamuk berteknologi wolbachia itu mendapat kiriman telur nyamuk dari Salatiga, Jawa Tengah.
