JABAR EKSPRES – Dalam penyelenggaran Piala Dunia U17 di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung, FIFA melarang para penonton untuk parkir di area sekitar Stadion.
Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung pun sudah menyiapkan sekitar 30 Shuttle bus yang nantinya akan mengantar para penonton yang akan menyaksikan pertandingan di SJH di Gedung Budaya Sabilulungan (GBS).
“Alhamdulilah semuanya kini sudah ditutup, ini juga dilakukan untuk keamanan, kenyamanan, dan kelancaran, pada penyelenggaraan Piala Dunia U17,” ujar Anom saat dikonfirmasi, Senin (13/11/2023).
Baca Juga:Memasuki Musim Hujan, Lokasi “Langganan” Banjir Jadi Sorotan Pemkot BandungJelang Pengumuman Penetapan Capres dan Cawapres Sore Nanti, Ribuan Personel Dikerahkan Polda Metro
Anom menjelaskan, adanya parkir liar ini karena melihat para penonton diharuskan untuk parkir di area Gedung Budaya Sabilulungan (GBS), sehingga untuk mempersingkat waktu beberapa warga mulai membuat parkir liar di sepanjang depan SJH untuk memudahkan.
Adapun terkait para penonton yang menaiki Shuttle bus kata Anom, pada hari kedua pelaksanaan pertandingan Piala Dunia U17 terlihat tampak sepi dibanding hari pertama.
Bahkan, banyak juga masyarakat yang langsung masuk ke stadion tidak menggunakan shuttle bus, akan tetapi langsung di drop.
“Mungkin karena ada juga para penonton yang di drop langsung oleh kendaraannya di depan Stadion SJH sehingga yang menaiki Shuttle bus agak menurun,” katanya.
Menurut data yang diterima, Anom menyebut saat ini ada sekitar 6120 penonton yang lolos body checking dan sebanyak 4623 penonton yang menaiki shuttle bus.
“Sehingga penonton yang di drop langsung kemungkinan ada 1000 lebih dengan persentase 15 persen,” jelasnya.
Meski begitu, Anom berharap agar penyelenggaraan Piala Dunia U17 di Kabupaten Bandung ini berjalan lancar.
“Mudah-mudahan segala sesuatunya dilancarkan hingga selesai,” pungkasnya.
