JABAR EKSPRES – Baru-baru ini, 8 November 2023 viral tren ‘Hari Perempuan Sedunia’ di TikTok dengan tagar #hariperempuansedunia dan #hariwanitasedunia. Warganet menganggap pada hari ini, Rabu 8 November adalah hari perempuan sedunia atau hari wanita sedunia.
Banyak warganet yang kemudian membuat unggahan terkait peringatan ini, dengan sebagian besar pengguna TikTok menciptakan konten ucapan Selamat Hari Perempuan Sedunia untuk wanita yang tersayang mereka. Lantas benarkah Hari Perempuan Sedunia diperingati pada 8 November? Berikut penjelasannya.
Perayaan ini memiliki berbagai fokus, yang mencakup penghargaan dan penghormatan terhadap perempuan atas prestasi ekonomi, politik, dan sosial mereka.
Baca Juga:Catat! Dokumen Wajib Peserta CPNS Kejaksaan saat Ujian SKD 2023Cara Cek Cepat Nama, Tanggal, dan Sesi Ujian SKD CPNS Kejaksaan 2023
Perayaan ini memiliki akar sejarah yang penting, salah satunya adalah pemogokan perempuan di Islandia pada tahun 1975, yang pada akhirnya membantu mewujudkan pemilihan presiden perempuan pertama di dunia, yaitu Vigdís Finnbogadóttir.
Beberapa orang merayakan Hari Perempuan Internasional dengan mengenakan pita ungu, yang merupakan simbol perempuan. Perayaan awalnya dimulai sebagai acara politik Sosialis pada tahun 1909 di New York City dan kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.
Hari Perempuan Internasional diumumkan sebagai hari libur nasional di Uni Soviet pada tahun 1917, dan dari sana perayaan ini menyebar ke negara-negara lain. Kini, Hari Perempuan Internasional dirayakan di banyak negara di seluruh dunia sebagai momen untuk merayakan pencapaian dan hak-hak perempuan, serta mengadvokasi kesetaraan gender.
Jadi, hari perempuan sedunia bukanlah dirayakan pada 8 November, melainkan diperingati setiap 8 Maret.
