Lurah Muktisari Kota Banjar Didemo Puluhan Linmas

Dasim (70), Anggota Linmas Kelurahan Muktisari tunjukan seragam tugasnya saat mendemo Lurah Muktisari Kota Banjar, Selasa 7 November 2023.
Dasim (70), Anggota Linmas Kelurahan Muktisari tunjukan seragam tugasnya saat mendemo Lurah Muktisari Kota Banjar, Selasa 7 November 2023. (Foto: Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Munadir mengaku, cara penyampaian dari Lurah Muktisari sudah membuat luka di hati para Linmas. Para Linmas meminta kepada Lurah agar bisa secara humanis dalam setiap penyampaian sehingga akan lebih enak diterima oleh anggota Linmas maupun masyarakat Kelurahan Muktisari.

“Cara penyampaian Pak Lurah harus lebih humanis. Ketika dengan cara humanis dan baik akan lebih enak. Kami menangkapnya justru beda, sok tanda tangani isi pengunduran diri. Dipecat atau pengunduran diri tidak soal bagi kami ketika memang konteksnya melanggar. Saya siap. Maksud halayaknya segala sesuatu disampaikan dijadikan solusi. Kalau penyampaian secara tempramental ini ada bahasa diktator di rekan-rekan linmas. Saya akan isi kalau memang itu kehendak, bentuk sebagai solidaritas,” ucap Munadir kepada Lurah.

Hal senada juga turut disampaikan oleh Dasim, anggota Sat Linmas RT 02 RW 01 Kelurahan Muktisari menanyakan apa maksud yang disampaikan oleh Pak Lurah terhadap rekan-rekannya. Sebab informasi yang diterima bahwa Lurah bahasanya arogan, dia tidak menyebutkan tetapi kata-kata yang diingat yaitu bahwa Pak Lurah sanggup mencari Linmas 40 orang. Bahasa seperti itu yang menurutnya sangat menyinggung dirinya dan anggota Linmas lainnya.

Baca Juga:Usai Viral Kampanye di Aplikasi Kencan, Caleg PKB Kota Bogor Beberkan AlasannyaJumlah Penduduk Kabupaten Bogor Abnormal, Pemekaran Wilayah Terus Didorong

“Total Linmas ada 30 orang dan siap mengundurkan diri. Ini sebagai bentuk aksi solidaritas mendukung 6 orang yang mengundurkan diri. 20 tahun saya mengabdi sebagai Linmas, saya disini hanya ingin Muktisari maju,” ucap Dasim sambil menunjukan seragam Linmas yang akan diserahkan kepada Lurah sebagai simbol mengundurkan diri.

Sementara itu, Asep Intan Yuliana selaku Lurah Muktisari menyampaikan bahwa ini terjadi berangkat dari adanya miskomunikasi terhadap perwakilan Anggota Linmas atas aspirasi yang disampaikan. Bahkan menurut dia kritik saran yang membangun bagi kelurahan akan diterima baik.

“Kami sampaikan bahwa tidak ada bahasa pemecatan dan sebagainya, ini sebagai evaluasi kelembagaan. Barangkali mungkin ada penyampaian atau bahasa atau barang kali penyampaian dan penerimaan yang kurang pas. Sebenarnya tidak ada konflik yang lain mungkin spontan dan saya pun sudah meminta maaf kepada penyampaian yang kurang berkenan,” kata Asep.

0 Komentar