Yoo Ah In Diduga Memaksa Seorang untuk Menghisap Ganja

JABAR EKSPRES – Aktor Yoo Ah In menghadapi tuduhan bahwa ia memaksa seorang YouTuber untuk menghisap ganja guna menyembunyikan penyalahgunaan narkoba dan mendapatkan obat resep dengan menggunakan identitas orang lain, termasuk ayahnya.

Menurut dakwaan jaksa penuntut, kejadian ini terjadi di Los Angeles, California, pada bulan Januari. Ketika YouTuber tersebut memergokinya menghisap ganja, Yoo Ah In mendesaknya untuk ikut dan mengatakan bahwa sudah waktunya ia belajar bagaimana caranya.

Seiring berjalannya waktu, Yoo diduga mendapatkan obat-obatan resep secara ilegal melalui identitas ayahnya dan orang lain, seperti obat penenang seperti propofol, midazolam, ketamin, remimazolam, dan pil pemicu tidur Stilnox.

Yoo Ah In mendapatkan resep ini atas nama ayahnya sebanyak 34 kali, sementara dalam lima kasus lainnya, ia menggunakan kartu identitas saudara perempuannya secara ilegal untuk mendapatkan obat-obatan tersebut. Selain itu, Yoo juga dituduh merusak bukti dengan memerintahkan keluarga dan teman-teman yang terlibat untuk menghapus konten yang berpotensi memberatkan dari ponsel mereka.

Pihak kejaksaan juga mencurigai teman Yoo Ah In yang terlibat dalam kasus ini, dimana teman tersebut sedang diselidiki oleh berwenang pada Agustus tahun lalu.

Teman Yoo diduga mengancam YouTuber yang telah menghisap ganja bersama mereka di Los Angeles, memperingatkannya tentang konsekuensi dari perbuatannya. Namun, Yoo sendiri telah didakwa tanpa penahanan pada 19 Oktober dan sidang pertama aktor ini dijadwalkan pada 14 November.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang aktor ternama dan mencakup tuduhan penyalahgunaan narkoba serta penggunaan obat resep secara ilegal. Jika terbukti bersalah, Yoo Ah In dapat menghadapi konsekuensi hukum yang serius. Ini juga menunjukkan pentingnya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba dan penggunaan obat-obatan dengan cara yang tidak benar.

Kejadian ini juga mendorong pertanyaan tentang tanggung jawab selebriti terhadap perilaku mereka dan dampak yang dapat mereka berikan pada penggemar mereka. Sidang pertama pada November nanti akan menjadi titik awal dalam proses hukum ini, di mana kebenaran akan dipertimbangkan dan putusan akan diambil berdasarkan fakta-fakta yang ada.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan