JABAR EKSPRES – Prancis secara resmi memberikan dukungan kepada resolusi gencatan senjata kemanusiaan di Israel-Hamas yang diusulkan oleh Yordania dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keputusan ini diambil setelah sebelumnya menolak usulan serupa dari Rusia di Dewan Keamanan PBB.
Dalam pernyataannya di Majelis Umum, Duta Besar Prancis untuk PBB, Nicolas de Rivière, menyatakan bahwa Prancis setuju dengan usulan Yordania yang mewakili negara-negara Arab. Rivière menekankan bahwa tidak ada yang bisa membenarkan penderitaan warga sipil, dan bahwa semua korban perang berhak mendapatkan belas kasih.
Meskipun memberikan dukungan, Rivière menyampaikan penyesalannya atas ‘beberapa elemen penting yang hilang dalam teks tersebut’. Dia mencatat perlunya mengutuk serangan teroris Hamas terhadap Israel dan menyerukan pembebasan sandera.
Baca Juga:Sekjen PBB: Gaza Menghadapi Kehancuran, Sistem Kemanusiaan TerancamSerangan Darat di Gaza, Kabinet Israel Abaikan Kekhawatiran Keluarga Sandera
Pada pemungutan suara sebelumnya di Dewan Keamanan PBB, Prancis bersama dengan AS, Inggris, dan Jepang menolak resolusi gencatan senjata usulan Rusia karena teksnya tidak mengutuk serangan Hamas kepada Israel. Prancis kemudian mendukung usulan Brasil di Majelis Umum, setelah usulan tersebut tidak berhasil di Dewan Keamanan. Meskipun resolusi Majelis Umum PBB tidak mengikat, hal ini dianggap sebagai barometer opini dunia dalam menghadapi konflik yang berkepanjangan ini.
