JABAR EKSPRES – Keluarga yang diduga menjadi sandera di tangan Hamas, kelompok di Gaza, meminta penjelasan dari pemerintah Israel terkait keberadaan kerabat mereka. Ini menyusul intensifikasi serangan Israel di wilayah Palestina.
Sebanyak 229 orang yang dipercayai menjadi sandera dalam serangan Hamas sejak 7 Oktober lalu, mengajukan permintaan pertemuan dengan para menteri Israel. Mereka mengungkapkan kekhawatiran terhadap nasib orang yang mereka cintai dan mengecam ketidakpastian yang mereka hadapi.
Konflik ini semakin memburuk sejak Hamas menyerang Israel dan menawan sejumlah sandera pada Sabtu (7/10). Israel, dalam balasan membabi buta, meluncurkan serangan udara dan darat tanpa memandang sasaran sipil atau militer Hamas.
Baca Juga:Tanpa Iklan! Game Penghasil Saldo DANA Rp100 Ribu Dopami, Main 1 Menit Langsung Cair!Rekomendasi Outfit Casual Santai, Stylish yang Gampang Dikombinasikan, Harga Murah ada di Shopee!
Lebih dari 8.700 jiwa tewas dalam konflik ini, dengan mayoritas korban berasal dari warga Palestina (7.326 jiwa) dan warga Israel (1.400 jiwa).
Resolusi itu mendapatkan dukungan dari 120 anggota, sementara 45 anggota memilih abstain, dan 14 menolak, termasuk Israel dan Amerika Serikat yang mengkritik resolusi tersebut karena tidak mencakup serangan Hamas pada 7 Oktober.
