JABAR EKSPRES – Konflik antara milisi Palestina, Hamas, dan pasukan Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober telah menjadi sorotan dunia. Dalam 18 hari pertempuran tanpa henti sejak awal perang, belum terlihat tanda-tanda gencatan senjata.
Para pengamat menilai bahwa untuk bertahan dalam konflik yang berlangsung lama, kedua belah pihak membutuhkan biaya yang besar. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa anggaran operasional Hamas mencapai ratusan juta dolar.
Selain itu, sumber pendanaan Hamas juga berasal dari perpajakan, pemerasan, penyelundupan, penculikan, hingga perampokan. Hamas mengawasi segala sesuatu yang melintasi perbatasan Jalur Gaza dan memiliki kendali ekonomi di wilayah tersebut.
Baca Juga:Pemimpin Hizbullah, Hamas, dan Jihad Islam Berkumpul untuk Pembicaraan MendalamIsrael Tawarkan Insentif Keuangan kepada Penduduk Gaza untuk Mengungkap Lokasi Sandera Hamas
Selain itu, Hamas menerima dukungan finansial dari Iran. Dua tahun lalu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat melaporkan bahwa 70 persen dari total dana yang diterima oleh Hamas berasal dari Iran. Dukungan ini, sekitar 70 hingga 100 juta dolar per tahun, memungkinkan Hamas untuk meluas dan terus berperang di luar batas negaranya.
