Mereka saling mendampingi, saling menguatkan dan saling membuktikan cinta hingga maut memisahkan mereka berdua di dunia.
Adik Aliya Rajasa ini menegaskan, pasca kepergian sang istri peran keluarga sangat berarti bagi dirinya. Sebab, keluarganya lah yang membantu Rasyid untuk terus bangkit melewati masa-masa keterpurukannya.
“Keluarga saya sangat menanamkan nilai-nilai agama dalam diri saya di mana itu membuat saya lebih sabar, lebih ikhlas lagi, dan keluarga saya enggak mau lihat saya sedih terus. Saya rasa Dara juga enggak mau melihat saya sedih terus,” ungkapnya.
Baca Juga:Ganjar Bersilaturahmi dan Ziarah ke Makam Ulama Sepuh Betawi Ponpes Nurul IbadKinerja Terbukti Bagus, Istri Nelayan di Pangandaran Siap Menangkan Ganjar Presiden 2024
Meski menjalani proses yang tidak mudah, Rasyid Rajasa mengaku sudah cukup ikhlas dengan kepergian istrinya. “Ikhlas lillahi ta’ala dengan ketetapan Allah SWT,” ucap Rasyid.
Rasyid mengaku akan tetap mencintai sang istri seperti saat pertama kali bertemu dan akan terus mendoakan sang istri dan akan selalu kuat meski tak ada Adara Taista menemani disampingnya. “Yang pasti akan terus saya doakan,” imbuhnya.
Kurang lebih sudah 6 tahun berlalu pasca-wafatnya Adara. Namun, bagi Rasyid bukan perkara mudah untuk kembali bangkit dan melupakan apa yang sudah ia lewati bersama mendiang istrinya tersebut.
Menurut Rasyid Rajasa moveon merupakan hal yang harus membuatnya benar-benar bangkit dari keterpurukan, rasa sakit dan rasa kehilangan orang yang ia cintai.
“Setiap orang punya cara jalan moveon yang berbeda-beda. Ada yang ditinggal pasangannya biar moveon dia menikah lagi apapun itu alasannya. Tapi saya melihat moveon itu enggak sekedar itu aja, bagi saya melihat ‘moveon’ maknanya jauh dari itu,” jelas Rasyid.
Rasyid Rajasa mengaku masih terus menjalani proses tersebut. “Moveon itu bagaimana kita bangkit dari keterpurukan dari rasa sakit, rasa hancur, kehilangan untuk menjadi lebih kuat lagi. Dan saya terus mencoba bangkit, mencoba berdiri dan tetap tegar melewati kisah cerita hidup ini,” tandasnya. (*)
