JABAR EKSPRES- Mia Khalifa telah mendapatkan konsekuensi atas dukungannya terhadap serangan Hamas terhadap Israel dalam postingan-media sosialnya. Playboy telah mengambil tindakan dengan mengakhiri kerjasama dengan Mia Khalifa dan menghapus saluran Playboy Mia di platform mereka.
Perusahaan tersebut mengeluarkan pernyataan, “Kami menulis surat ini hari ini untuk memberi tahu Anda tentang keputusan kami untuk mengakhiri hubungan Playboy dengan Mia Khalifa, termasuk menghapus saluran Playboy Mia di platform pembuat kami.”
Mereka juga menekankan komitmen mereka pada kebebasan berekspresi dan debat politik yang konstruktif, namun menyatakan bahwa mereka tidak mentolerir ujaran kebencian. Playboy berharap bahwa Mia Khalifa akan memahami bahwa tindakan dan perkataannya memiliki konsekuensi.
Baca Juga:Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ini Tidak Sabar Hadapi Brunei DarussalamMemperingati Hari “No Bra Day” untuk Perempuan Serta Manfaat Tidak Menggunakan Bra
Akibatnya, laman Mia Khalifa di situs Playboy telah dihapus dan tidak lagi tersedia per Selasa, waktu Amerika Serikat.
Sebelumnya, Mia Khalifa telah menyuarakan dukungannya terhadap rakyat Palestina selama konflik antara Israel dan Hamas. Di akun media sosialnya, ia menyoroti penderitaan rakyat Palestina yang terus berlanjut akibat tindakan pemerintah dan militer Israel.
Mia Khalifa menulis, “Jika Anda dapat melihat situasi di Palestina dan tidak mendukung Palestina, maka Anda berada di pihak yang salah dalam Apartheid, dan sejarah akan membuktikannya suatu saat nanti.”
Selain itu, ia menyampaikan pandangan bahwa rezim Apartheid Zionis tidak akan dihancurkan oleh pejuang gerilya yang mengenakan pakaian mewah, serta mengungkapkan keyakinannya dalam film yang mencerminkan situasi tersebut dengan baik.
