JABAR EKSPRES – Di sejumlah titik di Soreang Kabupaten Bandung terdapat beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Bahkan, TPS Liar ini hampir menghiasi sepanjang jalan Gading Tutuka.
Dalam pantauan Jabar Ekspres, Rabu (11/10/2023) TPS liar yang ada di seberang Gapura Kampung Cipeer, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sampah ini menghiasi jalan hingga 7 meter dan memakan jalan protokol.
Sugih menjelaskan, adanya keterlambatan pengangkutan sampah ini setelah adanya kebakaran di TPA Sarimukti beberapa waktu.
Baca Juga:Lagi-lagi, Rokok Ilegal Ditemukan di Cimahi! Gabungan Satpol PP Sita 100 Ribu BatangSidang Bandung Smart City Kembali Bergulir! Sony Setiadi Ngaku Beri Uang Sebagai Bentuk Perkenalan
“Memang sekarang jadi terlambat setelah kejadian kebakaran kemarin, saya juga kurang tau sudah berapa lama belum di angkutnya,” katanya.
Diakuinya, warga sekitar juga kerap melakukan pembakaran untuk menangani penumpukan sampah akibat keterlambatan ini.
“Kalau lama di angkut pasti warga bertindak sendiri dengan cara membakar sampah biasanya,” tuturnya.
Sugih mengaku sangat terngganggu dengan bau yang menyengat.
“Pasti lah kalau ditanya ke ganggu ya jelas, ini aja baunya banget, pengennya mah segera ditangani,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Patra Zaenudin (29) salah satu pedagang makanan di sekitar TPS liar. Dirinya pun mengungkap adanya TPS liar sangat mengganggu penjualannya.
“Saya sebenarnya buka pagi dan kalau pas buka pasti bau banget, orang yang mau beli juga jadi enggak mau,” kata dia.
Patra menyebut, selain mengganggu dengan adanya TPS liar ini, juga bisa memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan.
Baca Juga:Duh, Kekeringan di Jabar Makin Meluas! Ratusan KK Terdampak hingga Sulit Dapat Air BersihResmi! Gerindra Jabar Usulkan Gibran Rakabuming Jadi Cawapres Prabowo, Ketua DPD Beberkan Alasannya
Dirinya pun sudah meminta agar pengurus setempat untuk secepatnya mengangkut sampah, karena banyak pelanggannya yang ikut protes terkait adanya TPS liar ini.
“Saya juga sudah minta diangkut tapi belum ada, ya pastinya ke ganggu banget, biasanya jam makan siang ada yang beli sekarang jadi kurang bahkan kalau beli selalu minta dibungkus,” tuturnya.
